SUMATERA BARAT — Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan distribusi LCGC dari pabrik ke dealer hanya mencapai 46.055 unit dalam lima bulan pertama 2026. Angka ini turun cukup dalam dibandingkan 59.747 unit pada periode yang sama tahun lalu. Di saat bersamaan, penjualan mobil hybrid justru melesat 49,7 persen dan mobil listrik murni tumbuh 80 persen.
Kontribusi LCGC Menyusut, Volume Bertahan
Marketing Director dan Corporate Communication Director ADM Sri Agung Handayani menjelaskan perubahan pola konsumsi ini sudah terlihat sejak awal tahun. "Kalau di segmen-segmen yang tumbuh itu adalah semua segmen yang medium high. Tapi memang LCGC tampaknya itu mengalami penurunan secara kontribusi," ujarnya di Depok, Jawa Barat, Minggu (21/6).
Meski pangsanya mengecil, Agung menegaskan volume penjualan produk LCGC Daihatsu dan Toyota masih bertahan. Artinya, permintaan absolut terhadap mobil murah ini belum runtuh, hanya kalah cepat dibandingkan pertumbuhan segmen lain. Toyota Calya menjadi model LCGC terlaris, disusul Daihatsu Sigra dan Honda Brio Satya.
GranMax Kebanjiran Pesanan dari Proyek Makan Bergizi Gratis
Daihatsu melihat peluang lain di luar mobil penumpang murah. Permintaan kendaraan niaga, khususnya Daihatsu Gran Max, meningkat signifikan. Salah satu pendorongnya adalah pengadaan fleet untuk proyek Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah.
"Selain pergeseran ke segmen kendaraan penumpang kelas menengah atas, Daihatsu juga melihat pertumbuhan penjualan di pasar kendaraan niaga," kata Agung. Proyek MBG membutuhkan armada distribusi logistik dalam jumlah besar, dan Gran Max menjadi salah satu andalan untuk kebutuhan tersebut.
Daihatsu Siapkan Paket Pembiayaan Agar Daya Beli Terjaga
Penurunan daya beli di segmen entry-level menjadi perhatian utama ADM. Perusahaan berharap industri otomotif bisa menjaga akses pembiayaan bagi pembeli pertama yang selama ini menjadi basis konsumen LCGC.
Agung menyebut pihaknya tengah menyiapkan berbagai paket pembiayaan bersama mitra dalam rantai bisnis otomotif. "Ada juga kerjasama untuk proses pembelian kendaraan, perawatan hingga penjualan kembali," jelasnya. Langkah ini diambil agar kepemilikan kendaraan tetap terjangkau di tengah pergeseran pasar yang semakin mengarah ke model-model yang lebih mahal.