PAYAKUMBUH — Seratus lima puluh peserta dari kalangan pustakawan, guru, hingga pegiat literasi mengikuti Bimtek Literasi Informasi yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh. Target yang dibidik pemerintah kota dari kegiatan ini adalah angka Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) sebesar 72,25.
Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Novriwandi membuka acara secara resmi mewakili Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa penguatan literasi bukan sekadar program seremonial, melainkan fondasi pembangunan sumber daya manusia di daerah.
Bekal Menghadapi Banjir Informasi Digital
Bimtek ini dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan mengakses, memahami, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi secara kritis. Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan memilah informasi yang benar dan bertanggung jawab menjadi kebutuhan mendesak.
Peserta tidak hanya berasal dari kalangan pustakawan dan pengelola perpustakaan. Guru dan pegiat literasi juga dilibatkan karena mereka berada di garda terdepan dalam menularkan kebiasaan literasi kepada masyarakat luas.
Mengapa Target IPLM 72,25 Jadi Prioritas?
Angka 72,25 bukan sekadar target administratif. Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat menjadi tolok ukur sejauh mana warga kota mampu mengakses dan menggunakan informasi untuk meningkatkan kualitas hidup. Semakin tinggi IPLM, semakin siap masyarakat menghadapi tantangan era digital.
Pemkot Payakumbuh menempatkan peningkatan literasi sebagai agenda penting dalam pembangunan daerah. Menurut Novriwandi, literasi yang kuat akan mendorong lahirnya sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif.
Langkah Konkret Setelah Bimtek
Setelah mengikuti bimtek, para peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Mereka akan mengimplementasikan ilmu yang didapat untuk meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi informasi di sekolah, perpustakaan, dan komunitas.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh juga akan terus memantau perkembangan IPLM secara berkala. Evaluasi rutin akan dilakukan untuk memastikan target yang telah ditetapkan dapat tercapai tepat waktu.