SUMATERA BARAT — Langkah ini bukan yang pertama kali dilakukan Apple dalam setahun terakhir. Sejak Mei 2024, perusahaan asal Cupertino itu sudah menghapus konfigurasi termurah Mac Mini seharga USD 599 yang dibekali RAM 16 GB dan SSD 256 GB. Kini, varian entry-level resmi dimulai dari USD 799 dengan kapasitas penyimpanan 512 GB.
“Kami belum pernah melihat kenaikan harga komponen sebesar dan secepat ini,” demikian pernyataan Apple kepada The Wall Street Journal. “Kami sampai pada titik di mana harus mulai menaikkan harga.”
Dampak Kenaikan ke Lini Produk Lain
Tak hanya Mac Mini, Apple juga menaikkan harga jajaran Mac lainnya sebesar 15 hingga 20 persen. Sementara itu, lini iPad mengalami kenaikan lebih tinggi, yakni 15 hingga 25 persen. Semua perubahan harga ini diterapkan tanpa ada perubahan spesifikasi atau fitur baru pada produk-produk tersebut.
Toko online Apple sempat tidak bisa diakses selama beberapa jam sebelum pengumuman, sebuah prosedur standar saat perusahaan memperbarui harga atau meluncurkan produk baru. Setelah kembali aktif, pengguna langsung melihat label harga baru di hampir semua lini Mac dan iPad.
Konfigurasi Lama Kembali, Harga Tetap Naik
Menariknya, Apple juga mengembalikan opsi konfigurasi RAM 16 GB dengan SSD 256 GB yang sempat dihapus. Namun, harga awal USD 799 untuk varian tersebut tetap dipertahankan, bukan kembali ke angka USD 599 seperti sebelumnya. Artinya, konsumen tetap membayar lebih mahal untuk spesifikasi yang sama.
Kenaikan harga ini menjadi sinyal bahwa tekanan biaya komponen di industri teknologi belum mereda. Permintaan chip memori dari pusat data AI yang terus bertambah membuat harga DRAM dan NAND flash sulit turun dalam waktu dekat.
Apa Artinya bagi Konsumen Indonesia?
Hingga berita ini diturunkan, harga Mac Mini M4 Pro di situs resmi Apple Indonesia belum diperbarui. Namun, jika mengikuti kenaikan global, konsumen Tanah Air harus bersiap dengan banderol yang lebih tinggi. Sebagai gambaran, kenaikan USD 200 setara dengan sekitar Rp 3,2 juta (estimasi kurs Rp 16.000 per USD).
Bagi pengguna yang tidak membutuhkan performa M4 Pro secara ekstrem, varian Mac Mini dengan chip M4 reguler bisa menjadi alternatif yang lebih ramah di kantong. Namun, keputusan tetap perlu dipertimbangkan dengan matang mengingat tren harga yang terus naik.