BUKITTINGGI — Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menegaskan bahwa kepercayaan menjadi tuan rumah Porprov XVI harus dijawab dengan persiapan maksimal. Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), KONI, panitia pelaksana, dan instansi terkait bekerja sesuai bidang masing-masing.
"Kepercayaan yang diberikan kepada Kota Bukittinggi harus kita jawab dengan persiapan yang maksimal. Seluruh aspek, mulai dari kesiapan venue, pelayanan kepada atlet dan ofisial, keamanan, kesehatan, hingga kebersihan harus dipastikan berjalan dengan baik," ujar Ibnu Asis dalam arahannya.
Dua Fokus Utama: Venue dan Layanan Kontingen
Rakornis ini membahas aspek teknis yang krusial bagi kelancaran ajang olahraga antar-daerah tersebut. Pembahasan utama meliputi kesiapan sarana dan prasarana pertandingan, akomodasi kontingen, serta mekanisme koordinasi antarinstansi selama pelaksanaan.
Selain itu, skema transportasi, pengamanan, dan layanan kesehatan bagi para atlet dan ofisial juga menjadi poin yang dipastikan matang dalam rapat tersebut. Kota Bukittinggi dipercaya menjadi lokasi untuk tiga cabor, yaitu Wushu, Pickleball, dan Dance Sport.
Target Lebih dari Sekadar Sukses Bertanding
Ibnu Asis berharap sinergi dan komunikasi antar-perangkat daerah semakin kuat. Menurutnya, kesuksesan Porprov XVI tidak hanya diukur dari kelancaran pertandingan, tetapi juga kualitas pelayanan kepada seluruh kontingen yang datang dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
"Melalui Rakornis ini, Pemerintah Kota Bukittinggi menegaskan komitmennya untuk menyukseskan pelaksanaan Porprov XVI Sumatera Barat serta menjadikan ajang tersebut sebagai momentum untuk memperkenalkan potensi pariwisata, budaya, dan keramahan Kota Bukittinggi kepada para tamu dan peserta," kata Ibnu Asis.
Dengan persiapan yang terkoordinasi, Pemkot Bukittinggi optimistis mampu memberikan pengalaman terbaik bagi para atlet dan ofisial yang bertanding di kota wisata tersebut.