Pencarian

33 Tahun Mengabdi, Kepala Dinas Dalduk KB PPPA Agam Surya Wendri Purna Tugas dengan Segudang Prestasi

Jumat, 31 Juli 2026 • 15:55:31 WIB
33 Tahun Mengabdi, Kepala Dinas Dalduk KB PPPA Agam Surya Wendri Purna Tugas dengan Segudang Prestasi
Kepala Dinas Dalduk KB PPPA Agam, Drs. Surya Wendri, resmi purna tugas setelah 33 tahun mengabdi, Jumat (31/7/2026).

AGAM — Perjalanan karier Drs. Surya Wendri tidak dimulai dari kursi empuk pemerintahan. Pada 1993, ia mengawali tugas sebagai penyuluh KB di wilayah transmigrasi terpencil Kabupaten Bangka, Sumatera Selatan. Kala itu, akses ke Kecamatan Simpang Rimba dan Tebus bisa memakan waktu hingga enam jam perjalanan saat musim hujan tiba.

Kesulitan geografis itu ia lalui dengan ketulusan. Baru pada 1999, Surya Wendri memutuskan pindah ke Sumatera Barat dan mengabdi untuk kampung halamannya di Kabupaten Agam. Keputusan itu menjadi titik balik kariernya yang terus menanjak hingga puncak jabatan sebagai Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dalduk KB PPPA).

Jejak Karier dari Camat hingga Kepala Dinas

Karier Surya Wendri di Agam dimulai sebagai Pengawas PLKB di Kecamatan Canduang pada 2002–2004. Setelah itu, ia dipercaya mengisi sejumlah posisi strategis di lingkup pemerintahan kecamatan, mulai dari Kasi Pembangunan, Sekretaris Camat, hingga akhirnya menjadi Camat Canduang pada 2010–2012.

Kepercayaan terus berlanjut. Ia dipercaya memimpin Kecamatan Kamang Magek (2012–2017) dan Kecamatan Baso (2017–2019). Konsistensinya membuahkan promosi ke tingkat kabupaten sebagai Kepala Bagian Kesra Sekretariat Pemkab Agam, sembari merangkap Kepala Bagian Umum. Puncaknya, sejak 2022 ia memimpin Dinas Dalduk KB & PPPA hingga purna tugas.

Gaya Kepemimpinan yang Mengayomi

Di balik karier yang mulus, Surya Wendri memegang filosofi sederhana: keikhlasan dan mengayomi. Ia memperlakukan setiap staf bukan sebagai bawahan, melainkan bagian dari keluarga. Instruksi selalu disampaikan dengan kata "mohon" atau "tolong", bukan perintah kaku yang memicu komplikasi.

"Selalu merasa ikhlas dalam bekerja. Saya menerapkan diri sebagai seorang leader atau manajer manajerial. Kuncinya adalah selalu bekerja dengan mengayomi," ujarnya.

Pendekatan humanis itu meninggalkan kesan mendalam. Menjelang purna tugas, jajaran staf Dinas Dalduk KB & PPPA Agam diam-diam merangkum kebersamaan dalam sebuah video dokumenter. Kejutan itu membuat Surya Wendri bergetar haru.

"Uang bisa dicari, tetapi kebahagiaan dan penghargaan tulus seperti ini sulit untuk didapatkan," tuturnya penuh haru.

Keluarga di Balik Kesuksesan

Di balik pengabdian panjangnya, ada sang istri asal Banyuasin, Palembang, yang ia temui di institusi profesi yang sama sebagai pendidik. Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai tiga anak: dua putri kembar dan seorang putra bungsu.

Kini buah didikannya telah berhasil. Putri pertama mendampingi suami di Jakarta, sementara putri kembarnya mengikuti jejak sang ayah sebagai PNS di Kesbangpol Agam bersama suaminya yang bertugas di Inspektorat Agam. Keluarga itu tengah menantikan kelahiran cucu kedua pada Desember mendatang. Sang putra bungsu, lulusan Sastra Inggris UNP, juga telah menyelesaikan pendidikannya.

Memasuki masa purna tugas Jumat (31/7/2026), Surya Wendri meninggalkan catatan karier yang bersih dan penuh prestasi. Ia menutup babak pengabdiannya dengan senyuman, bukan sekadar jabatan yang dilepas, tetapi warisan kepemimpinan yang mengayomi.

Follow www.inisumbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: lintastiga.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks