Pencarian

Pemko Payakumbuh Hidupkan Kembali Tradisi Mauluan Bogheh di Aua Kuniang, Libatkan Niniak Mamak hingga Puti Bungsu

Minggu, 02 Agustus 2026 • 19:55:31 WIB
Pemko Payakumbuh Hidupkan Kembali Tradisi Mauluan Bogheh di Aua Kuniang, Libatkan Niniak Mamak hingga Puti Bungsu
Prosesi Mauluan Bogheh berlangsung di halaman Balai Adat Nagari Aua Kuniang, Payakumbuh, Ahad (2/8/2026).

PAYAKUMBUH — Prosesi Mauluan Bogheh atau Mahantaan Marapulai yang digelar di halaman Balai Adat Nagari Aua Kuniang bukan sekadar seremoni. Tradisi yang berlangsung Ahad (2/8/2026) itu menjadi simbol kebersamaan keluarga besar dalam mengantarkan mempelai laki-laki ke rumah anak daro, sekaligus penguatan ikatan kekeluargaan kedua belah pihak.

Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Aua Kuniang, B. Dt. Paduko Marajo, menjelaskan tradisi ini mengandung pesan mendalam bagi generasi penerus. "Tradisi Mauluan Bogheh mengandung makna bahwa marapulai tidak datang sendiri, melainkan diantarkan oleh keluarga besarnya sebagai simbol doa, restu, dan kebersamaan dalam membangun rumah tangga yang baru," ujarnya.

Bukan Sekadar Ritual, Melainkan Investasi Sosial

Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman menekankan bahwa penguatan adat merupakan investasi sosial untuk menjaga jati diri masyarakat. Ia menilai kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan warga mengamalkan nilai-nilai warisan leluhur.

"Pelestarian adat dan tradisi merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat. Payakumbuh memiliki keterkaitan erat dengan sejarah perkembangan peradaban Minangkabau sehingga nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur harus tetap kita jaga," kata Elzadaswarman dalam kegiatan yang difasilitasi Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) tersebut.

ABS-SBK Jadi Fondasi Hadapi Zaman

Pria yang akrab disapa Om Zet itu mengingatkan falsafah Adat Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah (ABS-SBK) tetap relevan sebagai pedoman hidup di era modern. Menurutnya, program Mambangkik Tradisi Adat Salingka Nagari menjadi salah satu langkah strategis memperkuat ketahanan budaya.

"Penguatan adat dan tradisi merupakan investasi sosial untuk menjaga jati diri masyarakat sekaligus memastikan kearifan lokal tetap hidup di tengah perubahan zaman," tegasnya.

Generasi Muda Jadi Kunci Keberlanjutan Adat

Kegiatan ini sengaja melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari niniak mamak, bundo kanduang, rang mudo hingga puti bungsu. Keterlibatan lintas generasi ini dinilai penting agar pengetahuan adat tidak berhenti pada generasi saat ini.

Elzadaswarman menambahkan, keterlibatan berbagai unsur masyarakat menjadi kunci agar nilai-nilai adat terus dipahami generasi muda. Ia menegaskan pelestarian adat di setiap kanagarian menjadi benteng menghadapi pengaruh negatif globalisasi.

"Kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisiknya, tetapi juga dari kemampuannya mempertahankan dan mengamalkan adat serta tradisi yang dimiliki," ujarnya.

Pemko Payakumbuh memberikan apresiasi kepada Disparpora, Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Payakumbuh, Bundo Kanduang, KAN, serta rang mudo dan puti bungsu yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan ini.

Follow www.inisumbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: fajarharapan.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks