Pencarian

Gubernur Sumbar Ajak 25.000 ASN Berwakaf Rp 1.000 per Hari demi Dana Pendidikan dan Atasi Kemiskinan

Senin, 03 Agustus 2026 • 18:47:01 WIB
Gubernur Sumbar Ajak 25.000 ASN Berwakaf Rp 1.000 per Hari demi Dana Pendidikan dan Atasi Kemiskinan
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengajak 25.000 ASN berwakaf Rp1.000 per hari untuk mendukung dana pendidikan dan pengentasan kemiskinan.

PADANG — Jika setiap pegawai menyisihkan Rp 1.000 dari pendapatannya setiap hari, Pemprov Sumatera Barat dapat mengumpulkan dana wakaf senilai Rp 25 juta per hari. Potensi itu yang coba digarap Gubernur Mahyeldi Ansharullah dengan mengajak seluruh ASN membangun budaya berwakaf secara rutin dan berkelanjutan.

Ajakan tersebut mengemuka dalam kegiatan Subuh Mubarakah ASN Pemprov Sumbar bertema "Menanam Amal Jariyah Melalui Wakaf, Menuai Pahala Tanpa Batas". Acara yang digelar di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi itu dihadiri para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), ASN, serta anggota Paskibraka Provinsi Sumbar tahun 2026.

Potensi Rp 25 Juta per Hari dari ASN

Mahyeldi menghitung, dari total 25.000 pegawai di lingkup Pemprov Sumbar, andai masing-masing menyisihkan Rp 1.000 per hari, maka dana yang terkumpul mencapai Rp 25 juta setiap harinya. Dana tersebut dinilai mampu menjadi solusi pembiayaan berbagai program sosial.

"Kalau dilakukan bersama-sama dan dikelola secara profesional, potensi wakaf dari ASN akan sangat besar. Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembiayaan pendidikan, pengembangan SDM, hingga membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu memperoleh akses pendidikan yang lebih baik," ujar Mahyeldi.

Wakaf Bukan Sekadar Ibadah, tapi Instrumen Ekonomi

Menurut Mahyeldi, pemahaman wakaf selama ini kerap terbatas pada aspek ibadah semata. Padahal, jika dikelola secara profesional, wakaf memiliki dampak sosial dan ekonomi yang besar bagi daerah.

Ia mengapresiasi materi tausiah yang disampaikan Ustaz H. Yendri Junaidi, Lc., M.A. karena memberikan perspektif baru bahwa wakaf merupakan amal jariyah yang berdampak luas. Lewat Subuh Mubarakah, gubernur juga menilai pembinaan karakter ASN menjadi lebih kuat, terutama dalam hal integritas, kedisiplinan, dan semangat pengabdian.

"Subuh Mubarakah bukan sekadar kegiatan ibadah rutin, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter ASN agar memiliki integritas yang kuat serta semangat melayani masyarakat dengan penuh tanggung jawab," katanya.

Minang Global Wakaf dan Peran Nazhir Bersertifikat

Untuk memastikan pengelolaan dana yang transparan dan akuntabel, Pemprov Sumbar mendorong pembentukan lembaga Minang Global Wakaf. Lembaga ini diharapkan mampu menghimpun dan mengelola wakaf secara profesional.

Sebagai langkah konkret, Mahyeldi meminta lima ASN Pemprov Sumbar yang telah lulus sertifikasi sebagai Nazhir Wakaf segera diberdayakan. Mereka akan memperkuat tata kelola wakaf di daerah agar dana yang masuk benar-benar tepat sasaran.

Kolaborasi dengan Perantau Minang

Pengembangan wakaf di Sumbar tidak bisa berjalan sendiri. Gubernur menekankan perlunya sinergi antara pemerintah daerah, Baznas, lembaga pengelola wakaf, dunia usaha, hingga perantau Minang yang tersebar di berbagai daerah dan negara.

"Melalui sinergi yang kuat, saya optimistis wakaf dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam mempercepat pembangunan Sumatera Barat, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus membantu mengurangi angka kemiskinan secara berkelanjutan," tutup Mahyeldi.

Follow www.inisumbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: riau1.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks