PADANG — Kerja sama kota kembar yang dijalin selama hampir empat dekade antara Padang dan Hildesheim memasuki babak implementasi baru. Kedua pemerintah kota sepakat mengarahkan kolaborasi pada dua program prioritas: memulihkan fungsi ekologis Sungai Batang Arau dan membangun ekosistem pariwisata rendah karbon berbasis budaya Minangkabau.
Kesepakatan itu tertuang dalam pembaruan LoI dan MoU yang ditandatangani di Aula Abu Bakar Jaar, Balai Kota Padang, Rabu (5/8/2026). Acara tersebut turut disaksikan Direktur Eropa II Kementerian Luar Negeri RI Punjul Setya Nugraha, Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, serta perwakilan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ).
Fokus Utama: Menghidupkan Kembali Batang Arau
Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa pembaruan dokumen kerja sama ini bukan sekadar seremoni diplomatik. Ia menekankan bahwa kolaborasi antarkota harus terukur dari dampak nyata yang dirasakan warga, bukan hanya kesepakatan di atas kertas.
"Penandatanganan LoI dan MoU hari ini bukan sekadar seremoni diplomatik. Ini merupakan penegasan bahwa kerja sama harus diukur dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat. Melalui aksi konkret, kita ingin menghadirkan perubahan yang memberikan manfaat bagi kedua kota," ujar Fadly.
Program revitalisasi Batang Arau disebut akan mencakup peningkatan kualitas air, rehabilitasi kawasan bantaran sungai, serta pemulihan fungsi ekologisnya sebagai ruang hidup yang sehat dan produktif. Pengalaman Jerman dalam pengelolaan sumber daya air dan pembangunan kota hijau dinilai relevan dengan kebutuhan Padang saat ini.
Pariwisata Berkelanjutan dan Dukungan GIZ
Prioritas kedua adalah pengembangan pariwisata berkelanjutan yang memanfaatkan potensi alam dan budaya Minangkabau. Program ini diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui konsep pariwisata rendah karbon yang tetap menjaga kelestarian lingkungan.
Fadly menambahkan, dukungan GIZ sebagai mitra strategis akan memperkuat alih teknologi, pengembangan kapasitas kelembagaan, serta implementasi program-program lingkungan. "Kami melihat pengalaman Jerman dalam pengelolaan sumber daya air, energi, dan pembangunan kota hijau sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan Kota Padang saat ini," katanya.
Kolaborasi Pendidikan dan Kesehatan
Selain lingkungan dan pariwisata, kedua kota sepakat memperluas kerja sama di bidang pendidikan melalui program pertukaran pelajar, magang vokasi, dan peningkatan kapasitas tenaga pendidik. Di sektor kesehatan, kolaborasi difokuskan pada pengembangan kompetensi tenaga keperawatan dan pertukaran pengetahuan antarlembaga.
Dukungan Pemerintah Pusat
Direktur Eropa II Kementerian Luar Negeri RI Punjul Setya Nugraha menyatakan dukungan penuh pemerintah pusat terhadap implementasi kerja sama ini. Ia berharap kemitraan Padang-Hildesheim dapat menjadi contoh kolaborasi antarkota antara Indonesia dan Jerman.
"Kerja sama ini diharapkan dapat terus berkembang di berbagai bidang, seperti pembangunan kota, pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, kebudayaan, maupun sektor-sektor lain yang memberikan manfaat bagi kedua kota," kata Punjul.
Sementara itu, Wali Kota Hildesheim Ingo Meyer menyampaikan bahwa kunjungan kali ini merupakan kunjungan keduanya ke Padang. "Kami berharap kemitraan yang telah terjalin selama puluhan tahun dapat terus diperkuat melalui berbagai program kerja sama yang konkret dan berkelanjutan," ujarnya.