Pencarian

Sekolah Darurat SDN 11 Bungo Tanjuang Diresmikan, Pemkab Tanah Datar Didorong Segera Bangun Turap Penahan Tebing 20 Meter

Jumat, 07 Agustus 2026 • 11:55:31 WIB
Sekolah Darurat SDN 11 Bungo Tanjuang Diresmikan, Pemkab Tanah Datar Didorong Segera Bangun Turap Penahan Tebing 20 Meter
Ratusan siswa SDN 11 Bungo Tanjuang mengikuti proses belajar mengajar di Ruang Belajar Sementara (TLS) yang diresmikan di kawasan Masjid Baitul Makmur, Rabu (5/8/2026).

TANAH DATAR — Ratusan siswa SDN 11 Bungo Tanjuang di Nagari Bungo Tanjuang, Kecamatan Batipuh, kini menempati bangunan darurat. Ruang Belajar Sementara atau Temporary Learning Space (TLS) itu diresmikan Rabu (5/8/2026) di kawasan Masjid Baitul Makmur, menyusul rusaknya bangunan sekolah induk akibat bencana tanah bergerak pada November 2025.

Bencana tersebut membuat sebagian bangunan sekolah rusak dan miring ke arah jurang yang mengelilingi lokasi. Pemindahan proses belajar mengajar ke TLS yang dibangun Yayasan JEMARI Sakato bersama Save the Children Indonesia dilakukan demi menjamin keselamatan para siswa dan guru.

Kepala Sekolah Desak Turap Segera Dibangun

Kepala SDN 11 Bungo Tanjuang, Armiati, S.Pd.SD, menyampaikan permohonan mendesak kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Datar. Sekolah meminta struktur pengaman tebing berupa turap, bronjong, atau dam pengendali segera dibangun di sekeliling bangunan sekolah yang memiliki ketinggian jurang sekitar 20 meter.

Permintaan ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan laporan Badan Geologi Kementerian ESDM Nomor 1723.Lap/GL.03/BGL/2025 tertanggal 18 Desember 2025, telah terjadi pergerakan tanah di lokasi sekolah seluas 2.890 meter persegi. Badan Geologi bahkan merekomendasikan relokasi sekolah untuk menjamin keberlangsungan layanan pendidikan sekaligus melindungi keselamatan warga sekolah.

Wali Nagari Bungo Tanjuang, Yudisthira Anuggraha, S.Pd., NL.P., mengungkapkan posisi musala sekolah semakin miring dan lantai ruang kelas telah retak-retak akibat pergeseran tanah yang terus terjadi. Kondisi ini membuat keberadaan TLS tetap krusial meskipun bangunan induk tengah menjalani rehabilitasi.

Dana Rehabilitasi Rp 1 Miliar Tak Sentuh Pengaman Tebing

Bangunan induk SDN 11 Bungo Tanjuang sebenarnya telah memperoleh dana rehabilitasi sebesar Rp 1.087.000.000. Proses revitalisasi itu kini memasuki tahap finishing. Namun, alokasi anggaran tersebut hanya difokuskan untuk perbaikan bangunan, tidak mencakup pembangunan penahan tebing di sekeliling sekolah.

Kondisi inilah yang dikhawatirkan memicu longsor susulan. Ancaman tersebut dinilai dapat membahayakan keselamatan siswa dan guru yang beraktivitas di sekolah, terutama saat musim hujan tiba.

Pemkab Tanah Datar Perintahkan Kajian Mitigasi

Menanggapi desakan tersebut, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Politik, dan Hukum Pemkab Tanah Datar, Dr. Drs. H. Erizanur, M.Si., yang mewakili Bupati Eka Putra, langsung memerintahkan Bappeda dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk melakukan kajian mitigasi di bangunan sekolah induk.

"Saya berharap hasil kajian dan rencana untuk penyelamatan bangunan sekolah SDN 11 ini dapat dilakukan segera. Jika memungkinkan untuk pembiayaan di Perubahan APBD 2026 atau di perencanaan APBD 2027," tegas Erizanur di hadapan perwakilan Bappeda yang hadir dalam peresmian TLS.

TLS Jadi Bukti Komitmen Satuan Pendidikan Aman Bencana

Direktur Eksekutif JEMARI Sakato, Robi Syafwar, S.H., M.H., menekankan pentingnya pemenuhan standar Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Pembangunan TLS ini dirancang secara strategis dan adaptif terhadap risiko bencana, mengingat Sumatera Barat dan Kabupaten Tanah Datar dalam beberapa tahun terakhir menghadapi tantangan besar akibat bencana hidrometeorologi.

Robi mengapresiasi dukungan pihak sekolah, pemerintah nagari, orang tua murid, dan pengurus masjid yang dinilainya sebagai komitmen bersama menjaga keselamatan anak-anak. "Dukungan ini merupakan hal yang mahal dan harus mendapatkan apresiasi," ujarnya.

Peresmian TLS yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB itu dihadiri sejumlah unsur penting daerah. Hadir antara lain Anggota DPRD Tanah Datar Komisi 1, Camat Batipuh Jimmi Saputra, S.Sos., Kalaksa BPBD Tanah Datar, Kepala UPT SDN 11 Bungo Tanjuang bersama majelis guru, tokoh masyarakat, pengurus Masjid Baitul Makmur, serta wali murid.

Follow www.inisumbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: relasipublik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks