Pencarian

BKSDA Sumbar Evakuasi Harimau Sumatera Betina dari Kandang Jebak di Agam, Sempat Bius Satwa Dilindungi

Rabu, 12 Agustus 2026 • 14:11:31 WIB
BKSDA Sumbar Evakuasi Harimau Sumatera Betina dari Kandang Jebak di Agam, Sempat Bius Satwa Dilindungi
Harimau Sumatera betina dievakuasi BKSDA Sumbar dari kandang jebak di Agam setelah dibius petugas.

LUBUK BASUNG — Seekor harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) berkelamin betina akhirnya berhasil dievakuasi dari kandang jebak yang dipasang petugas di pemukiman warga Palimbatan, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam. Satwa berusia sekitar 2-5 tahun itu dibawa ke Kantor Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Sumbar di Belakang Balok, Kota Bukittinggi, untuk menjalani observasi dan penanganan pertama.

Kepala Balai Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar Ade Putra mengatakan, proses evakuasi dimulai pukul 10.00 WIB dan rampung pada 11.45 WIB. Harimau terlebih dahulu dibius oleh dokter hewan BKSDA Sumbar sebelum diangkut dengan tandu sejauh sekitar 100 meter menuju mobil.

"Evakuasi dilakukan dengan ditandu oleh petugas BKSDA Sumbar, TNI, Polri, Tim Patroli Anak Nagari (Pagari) dan masyarakat," kata Ade Putra di Lubuk Basung, Rabu.

Masuk Kandang Kurang dari Satu Jam Setelah Dipasang

Kandang jebak tersebut baru dipasang pada Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 18.30 WIB di lokasi yang berdekatan dengan pemukiman warga, SDN 10 Angge Palimbatan, dan SMPN 1 Palupuh. Namun, satwa dilindungi itu ternyata sudah masuk perangkap hanya sekitar satu jam kemudian, tepatnya pukul 19.35 WIB.

Pemasangan kandang berukuran dua meter dengan lebar 90 sentimeter itu dilakukan setelah harimau yang sama memakan dua ekor kambing milik Afkir Soni (45) pada Minggu (9/8/2026). Kemunculan harimau di wilayah Kecamatan Palupuh sendiri sebelumnya sudah beberapa kali dilaporkan warga.

Wali Jorong Palimbatan melaporkan kejadian itu kepada petugas yang baru tiba di lokasi penginapan. Informasi tersebut datang dari penjaga SDN 10 Angge Palimbatan yang mendengar pintu kandang telah turun.

Observasi di Bukittinggi Sebelum Dilepasliarkan

Setelah dievakuasi, harimau betina tersebut langsung dibawa ke Kantor Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Sumbar di Belakang Balok, Kota Bukittinggi. Di sana, satwa liar ini akan menjalani pemeriksaan kesehatan dan observasi lebih lanjut untuk memastikan kondisinya pulih sebelum menentukan langkah berikutnya.

"Usai dievakuasi harimau langsung dibawa ke Kantor Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Sumbar di Belakang Balok Kota Bukittinggi untuk penanganan pertama atau observasi," ujar Ade Putra.

Konflik antara harimau Sumatera dan manusia di kawasan Agam bagian utara ini menjadi perhatian serius BKSDA. Keberadaan satwa liar yang masuk ke area dekat fasilitas pendidikan dan permukiman menunjukkan tekanan terhadap habitat alami harimau semakin meningkat, mendorong satwa ini mencari mangsa di area yang dihuni manusia.

Follow www.inisumbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks