Pencarian

Mengenal Ikan Larangan di Sungai Sarugo, Sumatera Barat: Tradisi Menjaga Sungai yang Tak Boleh Diambil Sembarangan

Sabtu, 15 Agustus 2026 • 13:55:01 WIB
Mengenal Ikan Larangan di Sungai Sarugo, Sumatera Barat: Tradisi Menjaga Sungai yang Tak Boleh Diambil Sembarangan
Ikan-ikan di Sungai Sarugo, Nagari Sarugo, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, memiliki status larangan untuk diambil oleh warga maupun pendatang.

PASAMAN — Tradisi ikan larangan di Sungai Sarugo, Nagari Sarugo, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, bukan sekadar aturan adat biasa. Ikan-ikan yang hidup di sungai desa tersebut memiliki status khusus: dilarang untuk diambil atau dikonsumsi oleh siapa pun, baik warga setempat maupun pendatang.

Keunikan tradisi ini bahkan menarik perhatian publik luas. Sejumlah selebriti yang berkunjung ke lokasi justru terlibat dalam kegiatan memberi makan ikan-ikan tersebut, sebuah momen yang kerap terekam dan dibagikan ke khalayak.

Apa yang Membuat Ikan di Sungai Sarugo Istimewa?

Status larangan yang melekat pada ikan-ikan di Sungai Sarugo merupakan bentuk kearifan lokal masyarakat setempat dalam menjaga ekosistem sungai. Aturan ini diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari identitas budaya Nagari Sarugo.

Kawasan ini dikenal memiliki aliran sungai yang jernih dengan populasi ikan yang cukup melimpah. Karena tidak ada yang berani mengambilnya, populasi ikan di sungai tersebut dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Bagaimana Aturan Ikan Larangan Ditegakkan?

Aturan adat mengenai ikan larangan di Sungai Sarugo berlaku ketat. Warga yang tinggal di sekitar aliran sungai, maupun pengunjung yang datang dari luar daerah, memiliki kewajiban yang sama untuk mematuhi larangan tersebut.

Pelanggaran terhadap aturan ini dipercaya akan mendapatkan sanksi secara adat. Ketegasan aturan inilah yang membuat kelestarian sungai dan biota di dalamnya tetap terjaga hingga saat ini.

Menjadi Daya Tarik Wisata dan Edukasi

Keberadaan ikan larangan di Sungai Sarugo kemudian berkembang menjadi daya tarik tersendiri. Aktivitas memberi makan ikan yang dilakukan para selebriti turut mempopulerkan tradisi ini ke khalayak yang lebih luas melalui tayangan televisi.

Momen tersebut terekam dalam dokumentasi program Tanah Air Beta yang ditayangkan Trans TV. Dalam tayangan itu, terlihat jelas bagaimana para tamu berinteraksi langsung dengan ikan-ikan di sungai, sebuah pengalaman yang jarang ditemui di tempat lain.

Tradisi ini menjadi contoh nyata bagaimana kearifan lokal mampu berjalan beriringan dengan upaya konservasi lingkungan. Alih-alih mengeksploitasi sumber daya alam, masyarakat Nagari Sarugo justru memilih untuk menjaga dan melestarikannya secara turun-temurun.

Follow www.inisumbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: 20.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks