Pencarian

Pemerintah Targetkan Perjanjian Dagang dengan Uni Eropa Diteken Oktober, 90 Persen Tarif Impor Jadi Nol

Sabtu, 22 Agustus 2026 • 10:43:31 WIB
Pemerintah Targetkan Perjanjian Dagang dengan Uni Eropa Diteken Oktober, 90 Persen Tarif Impor Jadi Nol
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan Delegasi Uni Eropa di Jakarta untuk membahas target penandatanganan perjanjian dagang pada Oktober.

SUMATERA BARAT — Dokumen hukum perjanjian dalam versi bahasa Inggris disebut telah memasuki tahap akhir penyelesaian. Target ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pertemuan bilateral dengan jajaran Delegasi Uni Eropa di Jakarta, Sabtu (22/8).

Setelah ditandatangani, perjanjian masih harus melalui proses pengesahan di parlemen masing-masing pihak. Namun, pemerintah meyakini momentum ini akan mengubah posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Daya Saing Produk Lokal dan Akses Pasar ke Eropa

Penurunan tarif pajak hingga nol persen untuk lebih dari 90 persen pos tarif dinilai mampu mendongkrak daya saing produk lokal di pasar Eropa. Komoditas yang diuntungkan mencakup produk pertanian, perikanan, hingga barang manufaktur bernilai tambah tinggi.

"Kami memandang kemitraan ini sebagai instrumen pengubah permainan guna memperkokoh kerja sama perdagangan, investasi, serta diversifikasi rantai pasok global di kawasan Indo-Pasifik," ujar Airlangga dalam keterangan resminya.

Bagi pelaku usaha eksportir, kebijakan ini menghapus bea masuk yang selama ini menjadi hambatan utama. Efeknya, margin kompetitif produk Indonesia di pasar Benua Biru berpotensi naik signifikan dibandingkan pesaing dari negara lain yang belum memiliki perjanjian serupa.

Sinyal Positif bagi Investor Eropa

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Denis Chaibi, menyambut baik komitmen politik yang ditunjukkan Jakarta. Menurutnya, kepastian regulasi menjadi prasyarat utama bagi pelaku bisnis Eropa sebelum menanamkan modal jangka panjang.

"Ratifikasi ini dipastikan memicu gelombang ketertarikan investor Eropa untuk memperluas ekspansi bisnis ke pasar Indonesia," ungkap Chaibi.

Dalam beberapa waktu ke depan, sejumlah delegasi tingkat tinggi serta pimpinan otoritas perdagangan Eropa dijadwalkan berkunjung langsung ke Tanah Air. Kunjungan ini bertujuan mematangkan teknis implementasi di lapangan, termasuk skema aturan asal barang dan prosedur kepabeanan.

Satuan Tugas Bersama untuk Percepatan Implementasi

Kolaborasi strategis ini turut melibatkan asosiasi pengusaha nasional. Mereka menginisiasi pembentukan satuan tugas bersama (joint task force) yang bertugas mengawal implementasi perjanjian setelah resmi berlaku.

Satuan tugas ini diharapkan menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan pelaku industri, terutama dalam menyosialisasikan perubahan aturan tarif dan memetakan sektor-sektor yang paling diuntungkan. Sektor manufaktur bernilai tambah tinggi, misalnya, diproyeksikan menjadi penerima manfaat utama dari skema tarif nol persen ini.

Bagi investor, perjanjian ini menambah daftar panjang daya tarik Indonesia sebagai basis produksi berorientasi ekspor. Kombinasi biaya tenaga kerja kompetitif dan akses bebas bea ke Eropa membuat Indonesia semakin sulit diabaikan dalam peta investasi kawasan.

Follow www.inisumbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: nasional.tvrinews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks