Pencarian

Cuaca Buruk Landa Padang, Tradisi Maelo Pukek Nelayan Purus Berujung Jaring Penuh Sampah Plastik

Senin, 24 Agustus 2026 • 13:05:31 WIB
Cuaca Buruk Landa Padang, Tradisi Maelo Pukek Nelayan Purus Berujung Jaring Penuh Sampah Plastik
Nelayan menarik jaring pukat dalam tradisi Maelo Pukek di Pantai Purus, Padang, Sumatera Barat, Minggu (23/8/2026).

Nelayan di Pantai Purus, Padang, Sumatera Barat, menjalankan tradisi Maelo Pukek di tengah cuaca buruk pada Minggu (23/8/2026), namun alih-alih mendapatkan ikan, jaring pukat yang mereka tarik justru dipenuhi sampah plastik. Aktivitas ini menjadi potret nyata kondisi laut yang kian memprihatinkan ketika nelayan tidak bisa melaut.

PADANG — Ratusan nelayan di kawasan Pantai Purus, Kota Padang, tetap menggelar tradisi tahunan Maelo Pukek meski cuaca buruk menghalangi mereka melaut ke tengah. Alih-alih mendapatkan tangkapan ikan melimpah, jaring pukat yang ditebar dari perahu dan ditarik bersama-sama dari tepi pantai itu justru dipenuhi tumpukan sampah plastik.

Peristiwa ini terjadi pada Minggu (23/8/2026). Tradisi yang biasanya menjadi ajang syukur dan kebersamaan warga pesisir itu berubah menjadi ironi, ketika plastik sekali pakai mendominasi hasil tarikan jaring sepanjang puluhan meter.

Mengapa Nelayan Tetap Menarik Jaring di Tengah Cuaca Buruk?

Maelo Pukek merupakan ritual turun-temurun yang dilakukan nelayan setempat. Dalam tradisi ini, jaring besar ditebar menggunakan perahu ke tengah laut, lalu ditarik bersama-sama dari pantai oleh warga.

Cuaca buruk yang melanda perairan Sumatera Barat membuat nelayan tidak bisa melaut seperti biasa. Alih-alih menganggur, mereka memilih tetap menjalankan tradisi ini. Namun, hasilnya jauh dari harapan karena tangkapan didominasi sampah yang terbawa arus.

Dominasi Sampah Plastik Jadi Sorotan Warga

Kondisi ini sontak menyita perhatian warga yang turut serta dalam prosesi. Tumpukan kantong kresek, botol minuman, hingga kemasan plastik lainnya terlihat jelas bercampur di dalam jaring yang ditarik ke daratan.

Kejadian ini menjadi pengingat nyata tentang buruknya pengelolaan sampah di laut. Plastik yang seharusnya tidak dibuang sembarangan justru kembali ke tangan manusia melalui jaring nelayan.

Apa Dampak Sampah Laut bagi Nelayan Padang?

Bagi nelayan, sampah laut bukan sekadar masalah lingkungan. Keberadaan sampah plastik dalam jumlah besar mengganggu ekosistem ikan dan merusak mata pencaharian mereka. Ketika cuaca buruk berakhir, mereka justru harus berhadapan dengan laut yang tercemar.

Pihak pemko setempat diharapkan dapat menindaklanjuti temuan ini dengan langkah konkret. Edukasi pengelolaan sampah dan penegakan aturan larangan membuang sampah ke laut menjadi krusial untuk menjaga keberlanjutan tradisi dan mata pencaharian nelayan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Padang terkait langkah penanganan pencemaran sampah di Pantai Purus. Namun, insiden ini menegaskan bahwa persoalan sampah laut bukan lagi isu masa depan, melainkan masalah hari ini yang berdampak langsung pada warga pesisir.

Follow www.inisumbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks