Pencarian

Kabut Asap Kiriman dari Riau-Jambi Kini Selimuti Dharmasraya, ISPU Tembus 170 atau Kategori Tidak Sehat

Selasa, 25 Agustus 2026 • 15:00:31 WIB
Kabut Asap Kiriman dari Riau-Jambi Kini Selimuti Dharmasraya, ISPU Tembus 170 atau Kategori Tidak Sehat
Kabut asap kiriman dari Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan menyelimuti Dharmasraya dengan ISPU mencapai 170 kategori tidak sehat.

Kualitas udara di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, berada pada kategori tidak sehat setelah kabut asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan di Riau, Jambi, hingga Sumatera Selatan semakin tebal pada Selasa pagi. Berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), nilai parameter PM1.5 mencapai angka 170.

PULAU PUNJUNG — Kabut asap yang menyelimuti Dharmasraya dalam beberapa hari terakhir dipastikan berasal dari wilayah tetangga, bukan dari titik api lokal. Analis Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dharmasraya, Ardianus Efendi, mengatakan ketebalan kabut pada Selasa ini meningkat dibandingkan hari-hari sebelumnya, meski jarak pandang masih terpantau normal.

"Kondisi kabut asap sudah berlangsung sejak beberapa hari terakhir, hari ini memang cukup tebal dibandingkan biasanya," ujarnya di Pulau Punjung, Selasa.

Dari Mana Asal Kabut Asap di Dharmasraya?

Secara geografis, Dharmasraya berbatasan langsung dengan provinsi Riau dan Jambi. Ardianus menjelaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut, ditambah Sumatera Selatan, menjadi penyumbang utama kabut asap yang kini menyelimuti daerahnya.

"Kalau titik api di Dharmasraya saya rasa tidak menyumbang kabut asap. Kemarin memang sempat terpantau tujuh titik, tetapi hari ini tidak ada titik api yang terpantau," kata Ardianus.

Bagaimana Kondisi Udara dan Dampaknya bagi Warga?

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Dharmasraya, Novandri Ismi, menyebut hasil pemantauan ISPU pada Selasa pagi menunjukkan kualitas udara berada pada level tidak sehat. Angka parameter PM1.5 yang mencapai 170 menjadi indikator utama pencemaran tersebut.

Dengan kondisi ini, masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Jika terpaksa beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker menjadi keharusan untuk menekan risiko gangguan pernapasan.

Apa Langkah Pemerintah Daerah Selanjutnya?

BPBD Dharmasraya telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menangani dampak kabut asap ini. Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah pembagian masker kepada masyarakat sebagai upaya mengurangi dampak paparan asap.

Sementara itu, DLH Dharmasraya akan terus memantau perkembangan kualitas udara dengan berkoordinasi bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Pemantauan ini dilakukan untuk memberikan informasi terkini kepada warga serta menentukan langkah mitigasi selanjutnya apabila kondisi udara semakin memburuk.

Follow www.inisumbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks