Kementerian Pekerjaan Umum mengucurkan anggaran Rp 375 miliar untuk pemulihan permanen pascabencana banjir bandang di kawasan Gunung Nago dan Batu Busuk, Padang, Sumatera Barat. Dana tersebut termasuk untuk pembangunan jembatan pengganti yang putus sejak bencana tahun lalu, dengan target pengerjaan dimulai November 2026.
PADANG — Rencana pemulihan permanen itu digarap Balai Wilayah Sungai Sumatera V. Selain pembangunan jembatan, penanganan juga menyasar hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Kuranji yang menjadi sumber banjir bandang.
Kawasan Gunung Nago dan Batu Busuk di Kecamatan Pauh menjadi titik terparah saat banjir bandang melanda. Material kayu dan lumpur yang tersangkut di badan sungai menyebabkan luapan air merendam puluhan rumah serta memutus akses jalan antarwarga.
Jembatan Putus Setahun: Akses Warga Terhambat
Jembatan di Gunung Nago hingga kini belum diperbaiki secara permanen. Warga terpaksa menyebrangi sungai dengan cara berjalan kaki di atas aliran air, sebuah pemandangan yang masih terlihat Kamis (27/8/2026).
Kondisi itu berlangsung hampir setahun setelah bencana. Aktivitas ekonomi warga terganggu, terutama bagi mereka yang bekerja di seberang sungai atau mengantar anak sekolah. Kendaraan roda dua pun tidak bisa melintas, memaksa warga memutar jauh melewati jalur lain.
Alokasi Rp 375 Miliar untuk Penanganan Hulu dan Jembatan
Melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera V, Kementerian PU menargetkan pengerjaan dimulai pada November 2026. Anggaran sebesar Rp 375 miliar dipakai untuk dua hal utama: normalisasi dan pengendalian hulu DAS Batang Kuranji serta pembangunan jembatan permanen.
Penanganan hulu menjadi kunci agar banjir bandang serupa tidak terulang. Sedimentasi dan penyempitan aliran sungai di bagian hulu disebut memperparah laju air saat hujan deras mengguyur kawasan Pauh dan sekitarnya.
Pembangunan jembatan permanen diharapkan memulihkan mobilitas warga Gunung Nago. Selama masa pengerjaan, warga kemungkinan masih akan menggunakan jalur darurat atau jembatan sementara yang telah dibangun pascabencana.
Harapan Warga Menyambut Pemulihan
Pemulihan permanen ini menjadi kabar baik bagi warga yang selama ini bertahan dengan akses terbatas. Mereka berharap pengerjaan berjalan sesuai jadwal sehingga aktivitas harian kembali normal sebelum akhir tahun.
Belum ada keterangan resmi dari pemerintah kota mengenai pendampingan atau program tambahan untuk kawasan terdampak. Namun, alokasi dari pemerintah pusat ini menjadi sinyal bahwa perhatian terhadap daerah pascabencana di Sumatera Barat terus berlanjut.