TANAHDATAR - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana melakukan kunjungan kerja ke Istano Basa Pagaruyung di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, pada Kamis (30/4/2026). Didampingi Bupati Tanah Datar Eka Putra, Menpar meninjau langsung kesiapan fasilitas dan potensi pengembangan destinasi yang menjadi simbol kebudayaan Minangkabau tersebut.
Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda strategis Kementerian Pariwisata untuk mendorong promosi destinasi unggulan nasional ke kancah internasional. Pemerintah pusat berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah guna memastikan keberlanjutan sektor pariwisata yang berbasis pada nilai sejarah dan kekayaan budaya lokal yang otentik.
Widiyanti menyatakan kekagumannya terhadap keindahan arsitektur serta nilai sejarah yang melekat kuat pada Istano Basa Pagaruyung. Dalam kunjungannya, Menpar memberikan apresiasi khusus terhadap pelestarian adat dengan mengenakan pakaian adat Minangkabau lengkap dengan suntiang, yang menambah kesan mendalam terhadap penghormatan atas tradisi setempat.
"Ini adalah destinasi wisata yang kita banggakan dan menjadi salah satu ikon Sumatera Barat. Kami ingin terus mempromosikannya agar semakin dikenal luas, tidak hanya karena keindahan fisiknya, tetapi juga cerita dan nilai budaya yang disampaikan para pemandu wisata," ujar Widiyanti di sela-sela peninjauannya.
Menpar menegaskan bahwa narasi sejarah atau storytelling yang kuat menjadi kunci utama dalam menarik minat wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Oleh karena itu, kementerian berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di Kabupaten Tanah Datar guna meningkatkan standar pelayanan dan memperluas jangkauan promosi digital.
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menyambut baik dukungan penuh yang diberikan oleh Kementerian Pariwisata. Ia menegaskan bahwa pemerintah kabupaten siap mengawal berbagai program kolaborasi yang telah diinisiasi oleh pusat, terutama dalam menjaga kualitas destinasi yang selama ini telah menjadi langganan kunjungan tokoh-tokoh nasional.
"Istano Basa Pagaruyung telah banyak dikunjungi tokoh-tokoh nasional, dan ini menjadi bukti bahwa destinasi ini memiliki daya tarik luar biasa," ucap Eka Putra. Menurutnya, kehadiran Menteri Pariwisata secara langsung memberikan suntikan motivasi bagi pelaku industri pariwisata di daerah untuk terus meningkatkan kualitas daya tarik wisata mereka.
Salah satu agenda besar yang menjadi fokus pembicaraan adalah persiapan Karisma Event Nusantara (KEN) melalui Festival Pesona Minangkabau (FPM) 2026. Event bergengsi tingkat nasional ini dijadwalkan berlangsung di area Istano Basa Pagaruyung pada 25 Juni 2026 mendatang. Pemkab Tanah Datar memastikan seluruh persiapan teknis akan dimatangkan agar acara tersebut mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal.
Selain fokus pada aspek promosi dan penyelenggaraan acara, pertemuan tersebut juga menyentuh penguatan aspek infrastruktur pendukung di sekitar kawasan wisata. Pemerintah daerah sedang mengoptimalkan berbagai langkah strategis, termasuk koordinasi lintas sektor untuk memastikan kenyamanan pengunjung tetap terjaga di tengah tren peningkatan kunjungan wisatawan ke Sumatera Barat.
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar juga terus berupaya menyelaraskan regulasi daerah, termasuk terkait pajak dan retribusi, guna mendukung pembiayaan pemeliharaan objek-objek wisata sejarah. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa pengelolaan aset budaya seperti Istano Basa Pagaruyung dapat dilakukan secara profesional dan berkelanjutan tanpa mengesampingkan aspek pelestarian.
Sebagai penutup, Bupati Eka Putra berharap dukungan dari Kementerian Pariwisata dapat mencakup pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) bagi para pelaku pariwisata dan pemandu wisata. Dengan SDM yang kompeten dalam menyampaikan nilai-nilai luhur Minangkabau, diharapkan setiap wisatawan yang berkunjung mendapatkan pengalaman edukatif yang berkesan dan berkualitas.