BUKITTINGGI — Kondisi kesehatan enam warga terdampak longsor di Kecamatan Ampek Koto menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Agam. Bupati Agam Benni Warlis mendatangi langsung ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Dr Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi untuk melihat perkembangan medis para korban.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi oleh Direktur RSAM, Busril. Keduanya berdialog mengenai tindakan darurat yang telah diberikan tim dokter sejak para pasien tiba dari lokasi bencana di Sungai Landia. Benni ingin memastikan seluruh fasilitas rumah sakit tersedia penuh untuk mempercepat pemulihan warga.
Daftar Enam Korban Longsor yang Jalani Perawatan Medis
Berdasarkan data tim kesehatan di lapangan, terdapat enam warga yang mengalami luka-luka akibat material longsor. Para korban terdiri dari berbagai rentang usia, mulai dari balita hingga lansia, yang saat ini dalam pengawasan ketat tim medis RSAM Bukittinggi.
Adapun identitas keenam korban tersebut adalah Dayat (33), Noya (35), Safira (1), Yuni (45), Kuntum (14), dan Zaki (18). Bupati menyempatkan diri menyapa para korban satu per satu di bed perawatan untuk memberikan dukungan moril kepada pihak keluarga yang mendampingi.
Bagaimana Komitmen Pemkab Agam Terhadap Pemulihan Pasien?
Benni Warlis menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan lepas tangan terhadap musibah yang menimpa warganya. Selain pengobatan di rumah sakit, Pemkab Agam juga menyiapkan langkah-langkah pemulihan lanjutan bagi para korban setelah diizinkan pulang nantinya.
“Kami berharap seluruh korban dapat segera pulih dan kembali menjalani aktivitas seperti biasa. Pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan kondisi mereka dan memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal,” ujar Bupati.
Kunjungan ke rumah sakit ini dilakukan Benni tepat setelah dirinya meninjau langsung titik longsor di Sungai Landia. Kehadiran fisik kepala daerah di tengah masa kritis ini diharapkan mampu menjadi suntikan semangat bagi para korban dan keluarga dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana.