Pencarian

Algoritma YouTube Ancam Kelangsungan Bahasa Kyrgyz di Asia Tengah

Jumat, 01 Mei 2026 • 17:36:49 WIB
Algoritma YouTube Ancam Kelangsungan Bahasa Kyrgyz di Asia Tengah
YouTube memprioritaskan konten berbahasa Rusia, mengancam kelangsungan bahasa Kyrgyz di Asia Tengah.

Penelitian yang dilakukan oleh tim antropolog dari empat universitas di Amerika Serikat dan Kyrgyzstan mengungkapkan realitas yang memprihatinkan: YouTube secara konsisten memprioritaskan konten berbahasa Rusia daripada materi dalam bahasa Kyrgyz, terutama saat pengguna muda mencari topik populer seperti kartun, dongeng, dan video anak-anak.

Ketika melakukan riset lapangan di Kyrgyzstan beberapa tahun lalu, peneliti Ashley McDermott dari University of Michigan mendengar keluhan yang konsisten dari masyarakat lokal. Anak-anak muda mulai kehilangan koneksi dengan bahasa ibu mereka. Menariknya, di beberapa desa rural di mana bahasa Kyrgyz mendominasi, anak-anak secara spontan mulai berbicara Rusia—dan orang tua menunjuk satu penyebab utama: YouTube.

Algoritma yang Mengabaikan Bahasa Lokal

Tim peneliti melakukan simulasi perilaku pengguna YouTube dan mengumpulkan hampir 11.000 hasil pencarian unik serta rekomendasi video. Hasilnya mengejutkan: pencarian dalam bahasa Kyrgyz untuk konten anak-anak populer seperti kartun dan dongeng sering kali tidak menghasilkan video dalam bahasa Kyrgyz.

Dalam satu eksperimen, peneliti mensimulasikan pengguna yang menonton 10 video anak-anak berbahasa Kyrgyz untuk menunjukkan preferensi bahasa yang kuat. Namun bot tersebut menerima rekomendasi video berbahasa Kyrgyz lebih sedikit dibandingkan bot yang tidak menunjukkan preferensi bahasa apapun. "Anak-anak Kyrgyz secara algoritmik dikonstruksi sebagai audiens untuk konten Rusia," ujar Nel Escher, peneliti postdoktor dari UC Berkeley, dalam presentasinya.

Warisan Budaya di Tepi Jurang Digital

Negara Asia Tengah dengan 7 juta penduduk ini berada di bawah kontrol Rusia selama satu abad sampai 1991. Meski demikian, bahasa Kyrgyz berhasil bertahan dan masih banyak digunakan orang dewasa. Namun pengaruh YouTube mulai mengubah lanskap budaya ini.

Peneliti menemukan bahwa ketika mencari topik yang ditulis sama dalam bahasa Rusia dan Kyrgyz—seperti Harry Potter dan Minecraft—hasil pencarian didominasi konten berbahasa Rusia. Dari semua video yang dianalisis, hanya 2,7 persen yang menampilkan orang-orang etnis Kyrgyz.

Seorang ibu Kyrgyzstan bahkan melakukan cara ekstrem untuk melindungi anak-anaknya: dia sengaja membayar tagihan internet sehari terlambat setiap bulan agar rumahnya tidak memiliki koneksi internet—dan akses YouTube—selama satu hari.

Solusi dan Harapan

Meskipun tantangan besar, peneliti menemukan bahwa konten anak-anak berbahasa Kyrgyz yang berkualitas sebenarnya tersedia di YouTube. D Billions, studio konten anak-anak berbasis Kyrgyzstan, masuk daftar 35 channel paling ditonton dunia tahun 2024 dan memiliki saluran khusus Kyrgyz dengan hampir 1 juta pelanggan.

Para peneliti menyarankan solusi praktis bagi orang tua, mulai dari membuat playlist konten Kyrgyz hingga berbagi perangkat dengan anak-anak. Eksperimen menunjukkan bahwa ketika pengguna dewasa menonton konten non-anak dalam bahasa Kyrgyz, mereka menerima rekomendasi berbahasa Kyrgyz yang dominan. Ketika anak-anak kemudian menggunakan perangkat yang sama, mereka mengalami peningkatan paparan video berbahasa Kyrgyz.

YouTube belum merespons permintaan untuk memberikan komentar mengenai temuan penelitian ini. Peneliti sedang berusaha bertemu dengan tim kontrol parental YouTube untuk mendiskusikan potensi filter bahasa.

Bagikan
Sumber: ired.com

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks