SUMATERA BARAT — Pertemuan pertama kedua negara di level internasional senior ini berlangsung di bawah tekanan tinggi. Belgia belum terkalahkan dalam dua laga awal, tetapi dua hasil imbang membuat posisi mereka belum aman. Sementara Selandia Baru masih menyimpan asa lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Belgia di Ambang Bahaya: Imbang Bukan Lagi Pilihan
Tim asuhan Rudi Garcia mengawali turnamen dengan hasil kurang meyakinkan. Imbang 1-1 melawan Mesir disusul hasil 0-0 kontra Iran membuat Romelu Lukaku dan kolega hanya mengoleksi dua poin dari dua pertandingan.
Jika Mesir mengalahkan Iran di laga lain, Belgia otomatis kehilangan kesempatan menjadi juara grup. Namun, fokus utama saat ini adalah memastikan kelolosan. Statistik positif masih menyertai: Belgia tak terkalahkan dalam 15 pertandingan sejak Maret 2025, dengan sembilan kemenangan dan enam hasil imbang.
Rapor Buruk Selandia Baru: Pertahanan Bocor dan Tren Minor
All Whites masih punya peluang meski belum meraih kemenangan. Mereka sempat unggul dua kali saat imbang 2-2 melawan Iran, lalu kembali memimpin lebih dulu saat melawan Mesir. Namun, tiga gol kebobolan antara menit ke-58 hingga 82 membuat mereka kalah 1-3.
Masalah lini belakang menjadi pekerjaan rumah serius. Selandia Baru belum mencatat clean sheet sejak kemenangan 1-0 atas Pantai Gading pada Juni 2025. Lebih buruk lagi, mereka hanya memenangi satu dari 13 laga terakhir di semua ajang.
Head-to-Head Nol: Kedua Tim Saling Asing di Level Senior
Pertandingan ini menjadi pertemuan perdana Belgia dan Selandia Baru di level senior. Tanpa data pertemuan sebelumnya, kedua tim harus membaca permainan lawan sejak menit awal.
Klasemen Grup G masih terbuka lebar. Kemenangan menjadi harga mati bagi kedua tim—Belgia untuk mengamankan posisi, Selandia Baru untuk menjaga mimpi bersejarah. Laga diperkirakan berlangsung sengit sejak peluit pertama dibunyikan.