PADANG — Departemen Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNP merancang LIDBK 2026 sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan teori ke dalam produk nyata. Tema yang diusung, “Akselerasi Inovasi BK: Sinergi TI dan Kreativitas Mahasiswa dalam Cipta Produk Media Aplikatif”, menekankan integrasi teknologi informasi ke dalam layanan konseling di era digital.
Apa Saja Karya yang Dipresentasikan Mahasiswa UNP?
Peserta memamerkan berbagai inovasi digital, termasuk media layanan konseling berbasis aplikasi, website edukatif, dan sistem asesmen yang memanfaatkan kecerdasan buatan. Produk-produk ini dirancang untuk meningkatkan efektivitas layanan bimbingan dan konseling di sekolah maupun masyarakat umum.
“Pengembangan kreativitas, inovasi, dan kemampuan adaptasi teknologi adalah kompetensi yang harus dimiliki lulusan perguruan tinggi pada abad ke-21,” tegas Dekan FIP UNP, Prof. Dr. Afdal, M.Pd., Kons., saat membuka acara.
Lima Kategori Pemenang, Siapa Saja yang Berhasil?
Penjurian dilakukan oleh dewan juri yang menilai orisinalitas, dampak, dan kelayakan teknis setiap produk. Berikut daftar pemenang utama LIDBK 2026:
- Kategori Sarjana (S1): Juara I diraih oleh tim yang diketuai Satria Ridho Arafi dari UNP. Penghargaan diserahkan oleh Kepala Departemen BK FIP UNP, Dr. Zadrian Ardi, M.Pd., Kons.
- Kategori Program Pendidikan Profesi Konselor (PPK): Penghargaan diserahkan oleh Kaprodi PPK FIP UNP, Dr. Nurfarhanah, M.Pd., Kons.
- Kategori Dosen: Juara I diraih oleh Evi Aviati.
- Kategori Guru: Juara I diraih oleh Yuliana Eni Wahyuningsih.
- Kategori Umum: Juara I diraih oleh Nurul Fazria.
Pameran Inovasi: Jembatan Teori dan Praktik
Selain kompetisi, LIDBK 2026 menghadirkan pameran inovasi yang memungkinkan pengunjung melihat langsung implementasi produk para peserta. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen UNP dalam membangun ekosistem inovasi yang tidak hanya berhenti pada pemahaman teoretis.
Melalui ajang ini, UNP berupaya mencetak lulusan yang adaptif terhadap tantangan pendidikan masa depan. “Mahasiswa harus menghasilkan karya yang berdampak bagi masyarakat,” ujar Prof. Afdal dalam sambutannya, menekankan pentingnya hilirisasi riset kampus ke dunia nyata.