PASAMAN BARAT — Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Pasaman Barat merilis data harga TBS harian yang menunjukkan lonjakan signifikan. Kategori mitra swadaya di PT Rimbo Panjang Sumber Makmur (RPSM) dan PT Gunung Sawit Abadi menjadi salah satu penerima harga tertinggi. Sementara itu, petani mitra plasma di PT Bina Tani Nusantara (BTN) juga menikmati angka yang sama, yakni Rp3.972,26 per kilogram.
Di sisi lain, harga terendah tercatat untuk kategori non mitra di PT Agro Wira Ligatsa yang hanya mencapai Rp3.180 per kilogram. Adapun harga brondolan tertinggi berada di angka Rp3.700 per kilogram, tepatnya di PT Rimbo Panjang Sumber Makmur.
Rincian Harga TBS per Perusahaan
Data Disbunnak Pasaman Barat menyebutkan variasi harga antar perusahaan cukup lebar. Berikut rincian lengkap harga TBS per 29 Juli 2026:
- PT Pasaman Marama Sejahtera (PMS): Non Mitra Rp3.310 per kg
- PT Bakrie Pasaman Plantation (BPP): Non Mitra Rp3.205 per kg
- PT Rimbo Panjang Sumber Makmur (RPSM): Mitra Swadaya Rp3.972,26 per kg | Non Mitra Rp3.368 per kg
- PT Bina Tani Nusantara (BTN): Mitra Plasma Rp3.972,26 per kg | Non Mitra Rp3.335 per kg
- PT Agrowiratama: Mitra Plasma Rp3.810,92 per kg
- PTPN IV Regional IV: Non Mitra Rp3.400 per kg
Selisih Harga Mitra dan Non Mitra
Perbedaan status kemitraan menjadi faktor utama variasi harga. Petani yang tergabung dalam skema mitra swadaya atau plasma mendapatkan harga lebih tinggi dibanding petani non mitra. Contohnya, di PT RPSM, selisih harga antara mitra swadaya dan non mitra mencapai lebih dari Rp600 per kilogram. Kondisi ini menunjukkan pentingnya status kelembagaan petani dalam rantai pasok sawit di Pasaman Barat.
Data ini menjadi acuan bagi petani untuk menentukan waktu panen dan membandingkan harga antar pabrik kelapa sawit (PKS) di daerah tersebut. Disbunnak Pasaman Barat rutin memperbarui informasi harga setiap hari kerja sebagai bentuk transparansi pasar.