Pencarian

Sekolah Rakyat Tanjung Alam di Tanah Datar Siap Dibangun, 3.000 Siswa Bakal Tampung 23 Hektare Lahan Hibah

Kamis, 06 Agustus 2026 • 13:19:31 WIB
Sekolah Rakyat Tanjung Alam di Tanah Datar Siap Dibangun, 3.000 Siswa Bakal Tampung 23 Hektare Lahan Hibah
Lahan seluas 23 hektare di Tanah Datar, Sumatera Barat, disiapkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat Tanjung Alam dengan kapasitas 3.000 siswa.

PADANG — Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, akan memiliki Sekolah Rakyat (SR) dengan kapasitas terbesar di Indonesia. Bupati Tanah Datar, Eka Putra, melaporkan persiapan akhir pembangunan SR Tanjung Alam kepada Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo dan COO Danantara di Jakarta, Kamis (6/8).

Lokasi sekolah berada di Kecamatan Tanjung Baru, di atas lahan hibah 23 hektare dari keluarga besar COO Danantara, Dony Oskaria. Peletakan batu pertama dijadwalkan berlangsung September 2026, bersamaan dengan peresmian 79 unit hunian tetap (huntap) di Rambatan.

Kapasitas 3.000 Siswa, Terbesar di Indonesia

SR Tanjung Alam dirancang menampung 3.000 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA. Jumlah ini melampaui kapasitas gedung permanen Sekolah Rakyat lain yang umumnya hanya menampung 2.000 hingga 2.500 siswa.

Saat ini, pemerintah mencatat 182 Sekolah Rakyat telah beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027, naik dari 166 sekolah rintisan tahun sebelumnya. Jumlah peserta didiknya mencapai sekitar 45 ribu siswa, melonjak dari 14.776 siswa tahun ajaran lalu. Dari jumlah itu, 93 di antaranya sudah berstatus gedung permanen.

Pemerintah menargetkan 500 Sekolah Rakyat berdiri pada 2029. Dengan kapasitas 3.000 siswa, SR Tanjung Alam akan menjadi yang terbesar di antara seluruh Sekolah Rakyat yang ada maupun yang direncanakan.

Pematangan Lahan Selesai, Siap Groundbreaking

Bupati Eka Putra memastikan tahap pematangan lahan SR Tanjung Alam telah selesai dikerjakan. "Ada dua rencana kami September 2026, pertama peresmian hunian tetap (huntap) di Rambatan 79 unit. Kedua, groundbreaking Sekolah Rakyat," kata Eka di Jakarta.

Huntap di Rambatan tersebut dibangun Danantara dan dikerjakan PT Nindya Karya. Direktur Utama Nindya Karya, Firmansyah, menyebut pembangunan huntap dilakukan dengan standar yang baik.

"Kita membangun dengan standar yang bagus," kata Firmansyah di tempat terpisah.

Siswa Prioritas dari Keluarga Desil 1 dan 2

Penerimaan siswa SR Tanjung Alam diutamakan untuk anak-anak dari Tanah Datar yang berasal dari keluarga desil 1 dan 2, yaitu 20 persen keluarga dengan tingkat ekonomi terbawah menurut Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.

Dengan ribuan siswa yang tinggal dan belajar di sekolah, berbagai kebutuhan harian dipastikan bakal menggerakkan ekonomi warga sekitar. Kebutuhan telur, daging, ayam, sayuran, beras, hingga jasa tukang cukur disebut akan meningkat signifikan.

Kunjungan orang tua ke sekolah setiap hari juga diprediksi memicu peredaran uang dan menambah belanja sembako di Tanah Datar. "Ini pada gilirannya segera menggerakkan roda perekonomian Tanah Datar," ujar Eka.

Follow www.inisumbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks