LUBUK BASUNG — Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Agam memastikan bantuan benih padi telah diterima langsung oleh kelompok tani yang terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan). Kepala Distan Agam, Heri Prasetyo Wibowo, menyebutkan distribusi dilakukan di Kecamatan Tanjung Raya dan Palembayan.
Sebaran Bantuan: 950 Kilogram untuk Tanjung Raya, 1 Ton untuk Palembayan
Dari total 1,95 ton benih yang disalurkan, sebanyak 950 kilogram dialokasikan untuk empat kelompok tani di Kecamatan Tanjung Raya. Jumlah tersebut diperuntukkan bagi lahan seluas 38 hektare.
Sementara itu, tiga kelompok tani di Kecamatan Palembayan menerima jatah sekitar 1 ton benih. Bantuan ini mencakup area tanam seluas 40 hektare yang sebelumnya terdampak bencana hidrometeorologi pada penghujung tahun lalu.
Anggaran Rp46,8 Juta dari APBD 2026
Heri menjelaskan bahwa seluruh bantuan benih ini bersumber dari Transfer ke Daerah (TKD) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Agam tahun 2026. Bantuan diberikan secara gratis kepada penerima yang sudah melalui verifikasi data.
"Bantuan telah kita salurkan secara gratis kepada tujuh kelompok pada 21 Juli 2026," kata Heri di Lubuk Basung, Kamis.
Dukungan Tambahan: 468 Karung Pupuk Menyusul September 2026
Selain benih, Distan Agam juga mengusulkan bantuan pupuk bagi kelompok tani yang sama. Total ada 468 karung pupuk yang diajukan, terdiri dari 312 karung pupuk MPK dan 156 karung pupuk Urea.
Usulan bantuan pupuk ini ditargetkan terealisasi sekitar September 2026. Nilai kebutuhan anggaran untuk pengadaan pupuk diperkirakan mencapai Rp445 juta.
"Dukungan berupa benih dan pupuk tersebut diharapkan dapat membantu petani terdampak bencana dalam memulihkan kegiatan usaha tani secara bertahap," ujarnya.
Target Pemulihan: Menjaga Stok Produksi Padi Agam
Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari strategi percepatan pemulihan sektor pertanian pascabencana. Pemerintah kabupaten berharap petani dapat segera melakukan budidaya ulang agar produksi padi di Agam tidak mengalami penurunan signifikan.
Dengan kembalinya aktivitas tanam, petani yang terdampak diharapkan bisa kembali berproduksi dan memulihkan mata pencaharian mereka secara bertahap.