Robi (40), warga Kabupaten Solok, Sumatera Barat, mengaku terbantu program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk membiayai perawatan anaknya yang mengalami step berkala sejak tiga tahun lalu. Pria yang awalnya terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Kabupaten ini kemudian mendaftarkan istri dan anaknya ke segmen mandiri agar perlindungan kesehatannya berkelanjutan.
SOLOK — Robi (40), warga Kabupaten Solok, Sumatera Barat, memastikan perlindungan kesehatan keluarganya tetap berjalan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ia mengaku tidak terbebani biaya pengobatan anaknya yang menjalani perawatan rutin di fasilitas kesehatan setempat.
Anak Robi yang kini berusia lima tahun mengalami step berkala. Kondisi itu terdeteksi saat anaknya berusia dua tahun, sehingga ia harus menjalani rawat jalan hingga sekarang. Seluruh biaya pengobatan dan pembelian obat ditanggung oleh program JKN.
Dari Peserta PBI ke Kepesertaan Mandiri
Robi menceritakan awal mula dirinya mengenal JKN. Ia terdaftar melalui segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) Kabupaten Solok. Setelah berkeluarga, ia mengambil langkah untuk mendaftarkan istri dan anaknya ke kepesertaan mandiri.
“Awalnya saya peserta PBI dari Kabupaten Solok. Setelah berkeluarga, saya daftarkan istri dan anak ke mandiri supaya tetap terjamin,” ungkap Robi.
Perawatan Anak di RSUD M. Natsir
Manfaat kepesertaan JKN mulai terasa ketika anaknya membutuhkan perawatan medis. Anak tersebut pernah mendapatkan pelayanan kesehatan di beberapa fasilitas kesehatan, termasuk di Serambi Madinah dan RSUD M. Natsir, Kota Solok.
“3 Tahun lalu saat anak saya berumur 2 tahun sempat mengalami step berkala, hingga anak saya harus tetap menjalani rawat jalan hingga saat ini. Namun dengan Program JKN saya tidak merasa di beratkan karna pembelian obat tidak memungut biaya. Serta antrean nya bisa diambil dengan mobile JKN,” ungkap Robi.
Kemudahan Administrasi dan Pelayanan
Robi menilai proses administrasi kepesertaan JKN tidak rumit. Ia juga memanfaatkan aplikasi Mobile JKN untuk berbagai keperluan administrasi, termasuk mengambil antrean di fasilitas kesehatan tanpa harus datang langsung.
“Administrasinya mudah, tidak ribet. Pelayanannya juga baik, perawatnya ramah dan kamarnya nyaman,” ujar Robi saat menceritakan pengalamannya.
Bagi Robi, keberadaan Program JKN memberikan rasa tenang ketika anggota keluarga membutuhkan pelayanan kesehatan. Ia berharap program ini terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.