Pencarian

Sempat Cemas Biaya Rawat Inap, Peserta JKN di Tanah Datar Ini Lega Berobat hingga Pulih Berkat Jaminan Kesehatan

Jumat, 21 Agustus 2026 • 14:25:02 WIB
Sempat Cemas Biaya Rawat Inap, Peserta JKN di Tanah Datar Ini Lega Berobat hingga Pulih Berkat Jaminan Kesehatan
Syahdati, peserta JKN segmen PBI, menjalani rawat inap di RSUD Prof. Dr. M. Ali Hanafiah Batusangkar setelah mendapat penanganan medis.

TANAH DATAR — Serangan sakit yang datang mendadak membuat Syahdati harus dilarikan ke rumah sakit. Di tengah kondisi darurat, kekhawatiran tentang biaya rawat inap sempat menghantuinya sebelum akhirnya sirna setelah mengetahui status kepesertaan JKN-nya masih aktif.

Perempuan tersebut tiba-tiba merasakan nyeri perut, pusing, dan muntah hebat pada pagi hari. Karena gejala yang dirasakan semakin tak tertahankan, ia segera dibawa ke IGD RSUD Prof. Dr. M. Ali Hanafiah Batusangkar untuk mendapatkan penanganan medis.

Kekhawatiran Sirna Usai Status Kepesertaan Terkonfirmasi Aktif

"Waktu dibawa ke IGD, saya memang sudah sangat khawatir. Selain memikirkan kondisi kesehatan, saya juga sempat terpikir soal biaya kalau sampai harus dirawat inap. Tetapi setelah mengetahui saya bisa menggunakan JKN, saya merasa lebih tenang," ujar Syahdati saat ditemui Humas BPJS Kesehatan, Kamis (20/8/26).

Setelah menjalani pemeriksaan, tim medis menyarankan Syahdati untuk menjalani rawat inap agar kondisinya bisa dipantau secara intensif. Beruntung, status kepesertaannya sebagai peserta PBI masih aktif, sehingga seluruh biaya perawatan dapat ditanggung oleh program JKN sesuai ketentuan yang berlaku.

Pelayanan Tanpa Kendala Hingga Total Manfaat Puluhan Juta Rupiah

Syahdati mengaku tidak menemui kendala berarti selama menjalani proses pelayanan, mulai dari pemeriksaan di IGD hingga mendapatkan ruang rawat inap. Petugas rumah sakit dinilainya membantu menjelaskan prosedur penggunaan JKN sehingga ia tidak merasa bingung.

"Proses penggunaan JKN juga berjalan dengan baik dan saya tidak menemui kendala. Petugas membantu menjelaskan prosesnya, sehingga saya tidak merasa bingung. Yang penting kita wajib ikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku," ungkapnya.

Selama dirawat, Syahdati merasakan kenyamanan pelayanan. Dokter dan perawat secara rutin memantau perkembangan kondisinya, sementara kebutuhan obat-obatan diberikan lengkap tanpa pungutan biaya tambahan. Baginya, pengalaman ini bukan yang pertama kali merasakan manfaat JKN.

Beberapa tahun sebelumnya, ia pernah menjalani dua kali operasi kecil untuk pengangkatan benjolan di kaki yang mengharuskannya rawat inap. Jika dihitung, total manfaat pelayanan kesehatan yang pernah diterimanya mencapai puluhan juta rupiah.

"Tidak terhitung sudah berapa kali saya memanfaatkan JKN untuk berobat. Mulai dari rawat inap hingga operasi sudah pernah saya jalani. Kalau dihitung-hitung, mungkin sudah menghabiskan puluhan juta rupiah. Bagi saya, nominal tersebut sangat besar dan JKN sangat membantu meringankan beban biaya pengobatan," jelasnya.

Jangan Menunggu Sakit untuk Sadar Pentingnya Jaminan Kesehatan

Pengalaman tersebut menguatkan keyakinan Syahdati bahwa kepesertaan JKN bukan sekadar kebutuhan saat jatuh sakit, melainkan bentuk perlindungan yang perlu disiapkan sejak dini. Ia pun mengajak masyarakat untuk memastikan status kepesertaan tetap aktif sebelum benar-benar membutuhkan layanan medis.

"Dulu mungkin kita merasa sehat-sehat saja sehingga tidak terlalu memikirkan jaminan kesehatan. Tetapi setelah mengalami sendiri, saya menyadari bahwa kita tidak pernah tahu kapan membutuhkan pelayanan kesehatan. Karena itu, menurut saya, menjadi peserta JKN aktif itu sangat penting," pungkas Syahdati.

Follow www.inisumbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: fajarsumbar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks