LUBUKBASUNG — Ratusan korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam bakal segera mendapat kepastian tempat tinggal baru. BNPB Pusat memastikan pembangunan 1.118 unit hunian tetap (huntap) mandiri akan mulai dikerjakan pada Agustus 2026, dengan target penyelesaian seluruhnya pada 2027.
Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, menyebutkan bahwa pembangunan dilakukan secara bertahap. Hal ini mengikuti arahan Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, Tito Karnavian, agar seluruh proses tuntas dalam dua tahun anggaran.
Skema Dua Model Pembangunan: Insitu dan Mandiri
Dari total 1.118 unit, sebanyak 29 unit akan dibangun di atas lahan rumah lama korban yang masih berada di luar zona merah. Model ini disebut huntap insitu, yang memungkinkan warga tetap tinggal di lingkungan asalnya selama lokasi dinilai aman dari ancaman bencana susulan.
Sementara itu, mayoritas huntap sebanyak 1.089 unit akan dibangun dengan skema mandiri. Dalam skema ini, pemilik rumah bertanggung jawab menyediakan tanah pengganti di lokasi yang lebih aman, lalu BNPB yang membangun rumahnya.
Dana Ditransfer ke Rekening Warga, BPBD Awasi Penggunaan
Khusus untuk huntap mandiri, BNPB akan mentransfer dana pembangunan langsung ke rekening masing-masing pemilik rumah. Luas bangunan yang disiapkan adalah 6x6 meter atau tipe 36.
"Dana bakal ditransfer BNPB ke rekening masyarakat dan kita bakal mengontrol penggunaannya," ujar Rahmat Lasmono di Lubuk Basung, Sabtu.
Pengawasan ketat dilakukan BPBD Agam untuk memastikan dana tersebut benar-benar digunakan untuk pembangunan fisik rumah, bukan untuk keperluan lain.
Tiga Kontraktor Ditunjuk, Gunakan Teknologi Berbeda
Untuk mempercepat realisasi, BNPB menunjuk tiga investor atau pihak ketiga yang akan mengerjakan pembangunan. Masing-masing kontraktor membawa teknologi konstruksi yang berbeda, disesuaikan dengan kondisi geografis Agam yang rawan gempa.
- PT Semen Padang (Semen Indonesia Group) dengan teknologi bata interlock atau sepablock.
- Universitas Andalas bersama PT Gubah Fiffarian Indotama dengan inovasi Rumah Anti Gempa (RAG).
- PT Mara Pratama Indonesia dengan metode Rumah Harmonis Damai Aman Sejahtera (Rhodas).
Di bawah masing-masing investor, terdapat sejumlah aplikator yang akan membangun rumah warga. Setiap aplikator ditargetkan menyelesaikan 30 unit rumah, dengan sistem kontrak langsung antara aplikator dan masyarakat penerima bantuan.
Pemulihan Pascabencana 2025
Pembangunan huntap ini merupakan bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi yang melanda Agam pada akhir 2025. Melalui skema mandiri, pemerintah berharap warga tidak hanya mendapatkan rumah baru, tetapi juga rasa memiliki terhadap hunian yang dibangun di tanah yang mereka pilih sendiri.
BPBD Agam terus melakukan pendataan dan verifikasi calon penerima manfaat agar penyaluran bantuan tepat sasaran sebelum kontrak pembangunan ditandatangani tahun depan.