SOLOK — Agus Syahdeman, anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, menyerap langsung aspirasi warga Nagari Aie Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, dalam kegiatan reses di Jorong Cubadak, Sabtu (22/8/2026). Pertemuan itu menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyuarakan kebutuhan pembangunan di tengah kebijakan efisiensi anggaran nagari.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua BPN Aie Dingin Amrizal, tokoh masyarakat Endra Putra Gunawan, Tarmuji, Founder Idea Corner Syafni Nola Putri, serta Bundo Kanduang setempat.
Dukungan untuk Pemekaran Nagari Sungai Gando
Salah satu aspirasi yang mengemuka adalah rencana pemekaran Nagari Aie Dingin menjadi Nagari Sungai Gando. Endra Putra Gunawan, selaku anak nagari, meminta Agus Syahdeman turut mengawal proses persiapan tersebut.
Menurut Endra, pemekaran Nagari Sungai Gando sebenarnya telah mendapat pengesahan melalui paripurna DPRD Kabupaten Solok. Namun, realisasi penuh masih membutuhkan waktu karena sejumlah persyaratan administrasi belum rampung.
“Untuk bisa terealisasi secara keseluruhan, prosesnya masih membutuhkan waktu. Paling cepat diperkirakan tiga sampai lima tahun, karena masih menunggu kelengkapan administrasi dan persyaratan lainnya,” ujar Endra.
Kantor Wali Nagari di Bukit Vila Jadi Prioritas
Dalam kesempatan itu, Endra secara khusus meminta dukungan Agus Syahdeman untuk membantu pembangunan kantor Wali Nagari Sungai Gando. Rencananya, kantor tersebut akan dibangun di kawasan Bukit Vila, Jorong Cubadak.
Keberadaan kantor wali nagari dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk menunjang kesiapan pemerintahan nagari yang sedang dipersiapkan. Menanggapi hal itu, Agus Syahdeman menyatakan siap memperjuangkan usulan tersebut.
“Siapkan proposal dan administrasinya. Nanti kita lihat dan kita bantu perjuangkan sesuai mekanisme yang ada,” kata Agus.
Efisiensi Dana Nagari dan Penguatan Kelompok Tani
Agus Syahdeman juga menyoroti kondisi anggaran nagari yang saat ini mengalami efisiensi. Menurutnya, situasi ini menuntut kolaborasi lintas sektor agar pembangunan di tengah masyarakat tetap berjalan.
“Dana nagari hari ini juga mengalami efisiensi. Karena itu, kita membutuhkan kerja sama lintas sektor dalam pembangunan,” katanya.
Selain persoalan pemekaran dan kantor wali nagari, Agus menyatakan komitmennya membantu program penguatan kelompok tani dan pembangunan jalan usaha tani. Kedua hal itu dinilai berkaitan langsung dengan peningkatan perekonomian masyarakat Aie Dingin.
Bagi warga, reses ini bukan sekadar agenda pertemuan rutin. Mereka berharap aspirasi yang disampaikan tidak berhenti sebagai catatan, tetapi dikawal hingga masuk dalam program pembangunan sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku.