Pencarian

Pemuda 18 Tahun Asal Padang Lolos Program PMI ke Jepang, Jadi Peserta Pertama dari 8 Pelatihan FPM Koto Lua

Kamis, 27 Agustus 2026 • 00:27:02 WIB
Pemuda 18 Tahun Asal Padang Lolos Program PMI ke Jepang, Jadi Peserta Pertama dari 8 Pelatihan FPM Koto Lua
Pemuda asal Padang, Yoga Pratama (18), resmi dilepas untuk bekerja di sektor pertanian Jepang melalui program PMI.

Yoga Pratama (18), pemuda asal Taratak, Kelurahan Koto Lua, Kecamatan Pauh, Kota Padang, akan terbang ke Jepang pada Rabu (26/8/2026) untuk bekerja di sektor pertanian. Keberangkatannya menjadi buah dari kolaborasi PT Semen Padang dan Forum Pemberdayaan Masyarakat (FPM) Koto Lua melalui program pelatihan bahasa dan budaya Jepang. Yoga merupakan peserta pertama dari delapan orang yang berhasil menuntaskan seluruh proses seleksi.

PADANG — Suasana haru dan bangga menyelimuti Kantor FPM Koto Lua, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Senin (24/8/2026) pagi. Yoga Pratama, lulusan SMA Negeri 15 Padang tahun 2025, resmi dilepas keluarganya dan tokoh masyarakat untuk memulai karier sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Prefektur Ibaraki, Jepang.

Pemuda berusia 18 tahun itu dijadwalkan bertolak ke Negeri Sakura dua hari setelah acara pelepasan. Ia akan bekerja di sektor pertanian di Numamoto Shinichi, Kota Tsuchiura, dengan masa kontrak awal satu tahun yang bisa diperpanjang hingga lima tahun.

Anak Sulung yang Ingin Mengubah Nasib Keluarga

Di balik keberangkatan Yoga, tersimpan tekad seorang anak pertama dari tiga bersaudara. Ayahnya, Huri Dekrinata (39), bekerja sebagai petugas keamanan di PT Telkom, sementara ibunya, Dewi Sartika (37), adalah ibu rumah tangga.

Kondisi ekonomi yang terbatas membuat Yoga memilih mencari pekerjaan setelah menamatkan sekolah, alih-alih melanjutkan ke perguruan tinggi seperti teman sebayanya. "Saya bangga, bersyukur, sekaligus sangat senang bisa menjadi bagian dari program PMI ini. Kesempatan tersebut sangat luar biasa dalam hidup saya dan tentunya harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya," ujarnya.

Pelatihan Intensif dan Seleksi Ketat

Kesempatan itu diraih Yoga melalui program pelatihan yang digagas FPM Koto Lua bersama Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LPK) Kamisato Gakuin Center sejak 2025. Program ini didukung penuh oleh PT Semen Padang lewat inisiatif Basinergi Membangun Nagari.

Selama pelatihan, Yoga tidak hanya dituntut menguasai bahasa Jepang, tetapi juga memahami budaya kerja, kedisiplinan, dan tata kehidupan masyarakat setempat. Ia harus melewati berbagai tahapan tes dan administrasi sebelum akhirnya mendapatkan kontrak kerja.

"Perjalanan untuk sampai ke titik ini tidak mudah. Banyak proses yang harus saya lalui, mulai dari belajar bahasa dan budaya Jepang hingga menjalani berbagai tahapan tes," kata Yoga. Dari delapan peserta pelatihan, ia menjadi orang pertama yang dinyatakan lolos dan siap diberangkatkan.

Target Usaha Rumah Kos Setelah Sukses di Jepang

Yoga menyadari bekerja ribuan kilometer dari rumah merupakan tantangan besar. Namun, ia melihat masa kontrak yang panjang sebagai peluang untuk menabung dan membantu perekonomian keluarga di Taratak.

Rencana sederhana sudah disusunnya untuk masa depan. "Target saya setelah sukses di Jepang dan kembali ke Indonesia adalah membuka usaha rumah kos," ujarnya. Usaha itu diharapkan menjadi sumber penghasilan jangka panjang yang menopang kehidupan dirinya dan kedua adiknya yang masih duduk di bangku sekolah.

Follow www.inisumbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks