Pemprov Sumbar Luruskan Isu Menteri Pariwisata Pakai Sepatu di Masjid Raya

Penulis: Nurdin Syah  •  Sabtu, 02 Mei 2026 | 16:40:06 WIB
Menteri Pariwisata RI mengenakan kaos kaki saat kunjungan ke Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi.

Padang — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) meluruskan informasi keliru yang beredar di berbagai platform media sosial terkait kunjungan kerja Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, ke Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi. Unggahan yang menyebar menyebutkan Menteri mengenakan sepatu di dalam masjid, padahal klaim tersebut tidak sesuai dengan fakta lapangan.

Saksi Langsung Membantah Klaim Beredar

Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Sumbar, Nolly Eka Mardianto, hadir sebagai pendamping langsung dalam seluruh rangkaian kunjungan kerja Menteri Pariwisata di Sumbar, termasuk saat berada di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi.

"Saya menjadi bagian dari rombongan yang hadir dan menyaksikan langsung kegiatan tersebut. Tidak benar Ibu Menteri memakai sepatu di dalam masjid, yang digunakannya adalah kaos kaki," tegasnya pada Sabtu (2/5/2026) di Padang.

Nolly menjelaskan bahwa potongan video yang beredar luas di media sosial telah memicu persepsi keliru masyarakat. Dalam video tersebut, Menteri Pariwisata tampak berjalan di atas karpet masjid menggunakan kaos kaki, bukan sepatu, meski penampilannya mungkin menyerupai sepatu jika dilihat sekilas.

Kunjungan Berlangsung dengan Penuh Penghormatan

Seluruh rangkaian kunjungan Menteri Pariwisata di Sumbar, khususnya saat berada di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, berlangsung dengan penuh penghormatan terhadap nilai, etika, dan adab yang dijunjung tinggi masyarakat Minangkabau. Nolly memastikan bahwa Menteri beserta seluruh jajaran telah menjalankan tata krama yang sesuai dengan aturan yang berlaku di tempat ibadah.

"Perlu kami luruskan kembali bahwa tidak ada penggunaan sepatu di dalam masjid sebagaimana yang disampaikan dalam sejumlah narasi tidak akurat yang beredar luas di media sosial," tegasnya.

Pemprov Ajak Masyarakat Bijak Menerima Informasi

Nolly menyayangkan maraknya penyebaran informasi yang tidak terverifikasi di ruang publik. Penyebaran hoaks dan fitnah tidak hanya menyesatkan, tetapi juga berpotensi memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.

"Perbedaan persepsi mungkin saja terjadi, namun menyebarkan informasi yang tidak benar dan menggiring opini ke arah negatif tentu bukan hal yang bijak, apalagi jika berpotensi menimbulkan perpecahan," jelasnya.

Pemprov Sumbar mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi dengan selalu mengedepankan verifikasi serta mengutamakan fakta di atas asumsi. "Mari kita bersama-sama menjaga ruang publik yang sehat dengan informasi yang benar dan bertanggung jawab," pungkas Nolly.

Reporter: Nurdin Syah
Back to top