DPRD Padang Targetkan Perbaikan Drainase Banda Gadang Tuntas Juni

Penulis: Redaksi  •  Senin, 04 Mei 2026 | 16:00:01 WIB

PADANG — Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye membawa tim teknis dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) serta konsultan saat meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Perumahan Banda Gadang Permai, Nanggalo. Kunjungan pada masa Reses III ini bertujuan memetakan kerusakan infrastruktur pascabanjir bandang yang melanda Kota Padang beberapa waktu lalu.

Kondisi drainase di kawasan Tabing Banda Gadang saat ini sangat memprihatinkan karena air meluap ke rumah warga hanya dalam waktu singkat. Mastilizal menegaskan koordinasi lintas sektor telah dilakukan agar perencanaan teknis segera rampung dan eksekusi lapangan berjalan tepat waktu sesuai aspirasi masyarakat setempat.

Dinas Perkim dan Konsultan Mulai Survei Lokasi

Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Perkim merespons cepat keluhan warga dengan menerjunkan tim survei ke lapangan. Mastilizal menjelaskan kehadiran tim teknis dan konsultan secara langsung merupakan bentuk komitmen untuk memberikan solusi konkret, bukan sekadar menampung keluhan di atas kertas.

"Besok konsultan bersama Perkim langsung kerja men-survey lokasi, membuat perencanaannya dan insya Allah kalau tidak ada halangan di lapangan. Akhir Juni ini, drainase di perumahan Bandar Gadang Permai ini sudah bisa dikerjakan," kata Mastilizal Aye saat memberikan keterangan di hadapan warga, baru-baru ini.

Pengerjaan ini menjadi prioritas mengingat intensitas hujan di Padang yang sulit diprediksi. Warga sebelumnya melaporkan bahwa banjir masih sering menghantui kawasan Griya Permata, Bandar Gadang Permai, hingga Kubu Utama meskipun bencana banjir bandang besar sudah berlalu.

Dampak Banjir Bandang Masih Menghantui Warga Nanggalo

Trauma akibat luapan air masih dirasakan oleh warga di Kecamatan Nanggalo. Berdasarkan data yang dihimpun dari laporan masyarakat, pemicu utama genangan air di pemukiman adalah sistem drainase yang tidak lagi mampu menampung debit air hujan, bahkan dalam durasi singkat.

"Kondisi ini sangat memprihatinkan dan atas permintaan warga, saya coba berkonsultasi dengan Perkim, dengan Pak Tri, Pak Niko, kemudian alhamdulillah hari ini anggotanya sudah hadir di tempat kita di perumahan Bandar Gadang Permai ini," ucap Mastilizal.

Ia juga mengapresiasi proaktifnya kaum ibu di perumahan tersebut yang konsisten memberikan data titik bencana. Informasi mendetail dari warga dinilai sangat membantu tim teknis dalam menyusun perencanaan drainase yang lebih efektif dan tahan lama.

PMI Kota Padang Salurkan Bantuan untuk 60 KK

Selain penanganan infrastruktur, aspek sosial juga menjadi perhatian dalam agenda reses kali ini. Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Padang turut hadir memberikan dukungan logistik bagi keluarga yang terdampak banjir bandang di wilayah Banda Gadang Permai.

"Kami disini membagikan bantuan pada 60 KK, berupa pakaian serta susu formula bagi balita. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat bagi warga," ujar Ketua PMI Kota Padang Zulhardi Z Latif yang mendampingi kunjungan tersebut.

Zulhardi menambahkan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian PMI terhadap pemulihan pascabencana. Fokus pada kebutuhan balita seperti susu formula menjadi prioritas untuk menjaga kesehatan anak-anak di lingkungan yang rawan terdampak luapan air.

Komunikasi Publik Guna Hindari Gesekan Sosial

Menutup pertemuan dengan warga, Mastilizal Aye mengingatkan pentingnya menjaga kondusivitas selama proses perencanaan dan pembangunan berlangsung. Ia meminta masyarakat untuk mengedepankan komunikasi dua arah dengan pemerintah daerah dibanding melakukan aksi provokatif.

"Saya berharap kita semuanya sabar. Kalau orang sabar itu dikasihani Tuhan. Jangan terjadi ribut-ribut, apalagi menyerang-nyerang institusi. Diharapkan komunikasi dijalin dengan semua pihak, agar ada solusi," pungkasnya.

Pihak DPRD Kota Padang berjanji akan terus mengawal proses tender hingga pengerjaan fisik drainase dimulai. Pengawasan ketat dilakukan agar spesifikasi bangunan sesuai dengan standar teknis yang mampu meminimalisir risiko banjir di masa mendatang.

Reporter: Redaksi
Back to top