PADANG PANJANG — Pemerintah Kota Padang Panjang bersinergi dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumatera Barat untuk mengoptimalkan lahan produktif di lingkungan rutan. Kegiatan pelepasan bibit ikan ini dilakukan langsung oleh Wali Kota Hendri Arnis dan Kakanwil Ditjenpas Sumbar Kunrat Kasmiri.
Program ini dirancang untuk memberikan manfaat ganda bagi warga binaan. Selain mendukung ketersediaan pangan di internal rutan, budidaya ikan tersebut menjadi sarana pelatihan keterampilan yang dapat menjadi modal kemandirian ekonomi saat mereka kembali ke masyarakat.
Wali Kota Hendri Arnis menegaskan bahwa masa pembinaan di rutan seharusnya tidak dianggap sebagai akhir perjalanan hidup. Ia mendorong para warga binaan untuk memanfaatkan setiap fasilitas pelatihan yang disediakan oleh pihak rutan demi memperbaiki masa depan.
“Ini bukan akhir dari kehidupan. Ini adalah titik nol. Keluar dari sini harus memiliki keterampilan, keahlian, dan mampu mengubah diri. Ini adalah permulaan untuk membuka lembaran baru dan menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Hendri Arnis di hadapan warga binaan.
Hendri juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran petugas Rutan Padang Panjang yang terus konsisten menjalankan program pembinaan. Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara petugas dan pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk memastikan warga binaan memiliki kesiapan mental dan keahlian praktis.
Kakanwil Ditjenpas Sumbar, Kunrat Kasmiri, menyebutkan bahwa kehadiran Wali Kota dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap proses pemasyarakatan. Ia menekankan pentingnya integrasi program pembinaan dengan kebutuhan daerah.
“Kami berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah di Padang Panjang untuk menghadirkan program-program pembinaan bagi warga binaan. Semua yang kami lakukan ini untuk mereka,” ungkap Kunrat.
Kunrat mengingatkan para warga binaan agar tidak terjebak dalam kesalahan yang sama di masa mendatang. Baginya, keberhasilan pembinaan diukur dari rendahnya angka residivis atau mereka yang kembali masuk penjara setelah bebas.
Selain fokus pada keterampilan teknis seperti budidaya ikan, pihak Ditjenpas juga terus menggenjot pembinaan kepribadian. Salah satu program unggulan yang terus dikembangkan di Rutan Padang Panjang adalah kegiatan keagamaan berbasis pesantren.
“Kami ingin, saat menjalani masa pidana hingga bebas nanti, mereka menjadi pribadi yang lebih baik, bahkan memiliki karakter seperti santri. Buktikan bahwa kalian mampu berubah,” tegas Kunrat.
Melalui integrasi antara ketahanan pangan, pelatihan kemandirian, dan penguatan spiritual, Rutan Padang Panjang diharapkan mampu mencetak individu yang produktif. Program ini diharapkan terus berlanjut secara berkelanjutan dengan pengawasan dari dinas terkait di Pemkot Padang Panjang.