Pencarian

Perkuat Pembangunan, Bapperida Sulawesi Barat Gandeng Unimaju Kelola Jurnal Riset Daerah

Jumat, 01 Mei 2026 • 03:01:02 WIB
Perkuat Pembangunan, Bapperida Sulawesi Barat Gandeng Unimaju Kelola Jurnal Riset Daerah
Penandatanganan kerja sama antara Bapperida Sulawesi Barat dan Unimaju untuk kelola jurnal riset daerah.

MAMUJU - Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat resmi memperkuat sinergi dengan dunia akademik melalui penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Mamuju (Unimaju). Prosesi penandatanganan ini berlangsung di Ruang RPJMD Kantor Bapperida Sulbar pada Selasa, 30 April 2026.

Langkah strategis ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan kolektif antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dengan Unimaju. Fokus utama kolaborasi ini mencakup pengembangan sumber daya manusia, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Salah satu poin krusial dalam kerja sama ini adalah pengelolaan jurnal ilmiah bertajuk “Maju Sejahtera” yang diharapkan menjadi wadah dokumentasi riset pembangunan di Sulawesi Barat.

Upaya ini selaras dengan visi dan misi pembangunan yang diusung oleh Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka. Melalui platform jurnal ini, hasil-hasil kajian akademis tidak lagi hanya menjadi tumpukan dokumen di perpustakaan kampus, melainkan bertransformasi menjadi rujukan konkret bagi para pengambil kebijakan di level pemerintahan provinsi maupun kabupaten.

Mendorong Hasil Riset Kampus Jadi Rujukan Kebijakan

Rektor Unimaju, Dr. H. Muhammad Tahir, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan jawaban atas keresahan akademisi mengenai banyaknya hasil penelitian yang selama ini belum termanfaatkan secara optimal. Menurutnya, semangat yang dibawa Unimaju selaras dengan cita-cita Bapperida untuk mewujudkan Sulawesi Barat yang lebih maju melalui pendekatan ilmiah.

“Kami memiliki visi yang sama dengan Pemprov dan Bapperida. Selama ini banyak hasil penelitian kampus yang masih tersimpan dan belum termanfaatkan secara optimal. Melalui jurnal Maju Sejahtera, kami berharap riset-riset tersebut bisa memberi dampak nyata bagi masyarakat luas,” ujar Muhammad Tahir di sela-sela kegiatan.

Ia menambahkan bahwa publikasi ilmiah merupakan instrumen penting untuk menguji validitas sebuah temuan. Dengan dipublikasikan secara terbuka, hasil penelitian dapat dibaca, dikritisi, bahkan diuji kembali oleh pihak lain. Tahir menekankan bahwa debat kebijakan di masa depan harus berbasis pada adu data dan hasil penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

Riset Sebagai Fondasi Perencanaan Pembangunan Daerah

Senada dengan pihak kampus, Kepala Bapperida Sulawesi Barat, Amujib, menegaskan bahwa riset bukanlah sekadar pelengkap administratif dalam dokumen perencanaan. Baginya, riset adalah fondasi utama yang menentukan arah pembangunan daerah. Tanpa basis data yang kuat, program-program pemerintah dikhawatirkan tidak akan menyentuh akar persoalan masyarakat.

“Ini menjadi momentum penting untuk bersama-sama membangun Sulawesi Barat. Tanpa riset, kita khawatir program yang dirancang tidak tepat sasaran. Namun, jika berbasis data dan penelitian yang baik, maka program yang dihasilkan akan lebih terukur, bermanfaat, dan berkelanjutan bagi warga,” jelas Amujib.

Amujib juga menyoroti pentingnya integritas dalam proses riset, mulai dari perumusan masalah, pemilihan metode, hingga analisis data. Ia mengingatkan bahwa tantangan pembangunan di Sulawesi Barat ke depan akan semakin kompleks, terutama dalam menghadapi dinamika ekonomi global. Oleh karena itu, keterlibatan aktif mahasiswa pascasarjana dalam menyumbangkan pemikiran melalui jurnal sangat dinantikan.

Pemanfaatan Teknologi dan Kontribusi Mahasiswa Pascasarjana

Dalam kesempatan tersebut, Amujib juga memberikan catatan khusus mengenai penggunaan teknologi dalam dunia riset, termasuk kecerdasan buatan (AI). Meski teknologi sangat membantu mempercepat pekerjaan, ia mengingatkan agar para peneliti dan mahasiswa tetap mengedepankan nalar kritis dan orisinalitas dalam membangun narasi kebijakan.

“AI itu membantu, tetapi bukan menggantikan cara berpikir kita. Argumen dan narasi tetap harus lahir dari kita sendiri. Kami berharap adik-adik mahasiswa Pascasarjana Unimaju bisa berkontribusi nyata, tidak hanya mengembangkan diri tetapi juga ikut bertanggung jawab mendorong kemajuan daerah,” tegasnya.

Acara penandatanganan ini turut disaksikan oleh Direktur Program Pascasarjana Unimaju, Dr. Ramli, beserta jajaran civitas akademika dan mahasiswa. Dari pihak internal Bapperida Sulbar, hadir pula Sekretaris Bapperida serta para kepala bidang yang akan mengawal implementasi teknis kerja sama riset ini ke depan. Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan inovasi-inovasi baru yang relevan dengan kebutuhan lokal Sulawesi Barat.

Bagikan
Sumber: katinting.com

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks