Microsoft merilis kode sumber 86-DOS 1.00 secara open source melalui GitHub untuk memperingati hari jadi sistem operasi tersebut yang ke-45. Kode bersejarah ini berhasil dipulihkan dari tumpukan kertas hasil cetakan printer dot matrix lama yang ditemukan di garasi sang penciptanya, Tim Paterson.
Microsoft terus membuka lembaran sejarah awal sistem operasinya agar bisa dipelajari oleh publik secara luas. Pekan ini, perusahaan yang berbasis di Redmond tersebut resmi mengunggah kode sumber 86-DOS 1.00 ke platform GitHub. Langkah ini merupakan bagian dari upaya preservasi digital terhadap cikal bakal sistem operasi yang nantinya mendominasi pasar PC dunia.
Pengumuman ini disampaikan langsung oleh VP Microsoft, Scott Hanselman, bertepatan dengan peringatan 45 tahun kehadiran 86-DOS. Menariknya, kode yang diunggah bukan berasal dari disket tua, melainkan hasil transkrip manual dari berlembar-lembar kertas cetakan printer dot matrix yang tersimpan di garasi Tim Paterson. Hanselman mengonfirmasi bahwa kode tersebut sangat akurat.
"Kode ini dikompilasi ulang byte demi byte sesuai dengan binari aslinya," tulis Hanselman dalam unggahannya. Ia menyebut proyek ini sebagai "arkeologi perangkat lunak tingkat lanjut" yang ditujukan untuk studi, preservasi, dan memuaskan rasa ingin tahu para pengembang mengenai bagaimana sistem operasi dibangun pada masa awal industri komputasi.
Transformasi 86-DOS Menjadi Fondasi MS-DOS
Bagi pengamat sejarah teknologi, 86-DOS memiliki posisi krusial dalam lini masa Microsoft. Pada awal 1980-an, Microsoft mengambil langkah strategis dengan membeli 86-DOS dari Seattle Computer Products. Saat itu, Bill Gates dan timnya membayar sekitar USD 75.000 atau setara Rp 1,2 miliar (kurs Rp 16.000) kepada Tim Paterson untuk menguasai hak atas perangkat lunak tersebut.
Keputusan bisnis ini menjadi batu pijakan Microsoft untuk masuk ke pasar sistem operasi. Dari 86-DOS inilah, Microsoft mengembangkan PC-DOS 1.00 yang kemudian dipasok untuk komputer IBM. Di dalam repositori GitHub yang baru dirilis, publik dapat melihat langsung bagaimana struktur kernel 86-DOS bertransformasi menjadi PC-DOS.
Beberapa komponen teknis yang tersedia dalam rilis open source ini meliputi:
- Kernel Utama: Kode sumber asli dari 86-DOS versi 1.00.
- Utilitas Klasik: Kode untuk perintah populer seperti CHKDSK yang masih dikenal hingga sekarang.
- Compiler: Library runtime Microsoft BASIC-86 Compiler.
- Dokumentasi Asli: Pemindaian format PDF dan PNG dari catatan tangan asli Tim Paterson.
Upaya Preservasi Digital Microsoft
Rilis 86-DOS 1.00 ini menambah daftar panjang perangkat lunak warisan yang dibuka kodenya oleh Microsoft. Sebelumnya pada April 2024, perusahaan juga merilis kode sumber MS-DOS 4.00 di bawah lisensi MIT. Langkah serupa pernah dilakukan untuk versi MS-DOS 1.25 dan 2.11 pada tahun 2018 silam.
Berbeda dengan rekonstruksi sejarah yang dilakukan pihak ketiga, dokumen yang diunggah kali ini menawarkan wawasan langka. Pengembang bisa melihat bagaimana pengembangan sistem operasi dilakukan secara nyata pada era tersebut, lengkap dengan keterbatasan memori dan instruksi prosesor yang sangat sederhana dibandingkan standar modern.
Meski Microsoft semakin terbuka dengan kode sumber DOS, perusahaan masih menutup rapat kode sumber untuk lini Windows. Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda versi Windows klasik seperti Windows 95 atau XP akan dilepas secara resmi ke publik. Peneliti keamanan biasanya masih harus mengandalkan kebocoran data jika ingin mempelajari struktur internal Windows lama.
Nilai Edukasi bagi Komunitas Teknologi Indonesia
Kehadiran kode sumber ini memberikan nilai edukasi yang signifikan bagi mahasiswa informatika dan praktisi IT di Indonesia. Mempelajari struktur kernel 86-DOS memungkinkan pengembang memahami konsep dasar manajemen memori dan input/output tanpa kerumitan lapisan abstraksi yang ada pada sistem operasi modern seperti Windows 11 atau Linux.
Selain itu, bagi komunitas retro-computing di tanah air, rilis ini menjadi amunisi baru untuk menghidupkan kembali perangkat keras tua. Dengan adanya instruksi kompilasi yang tersedia di laman GitHub Paterson, para hobiis dapat merakit ulang sistem operasi ini untuk dijalankan pada emulator atau perangkat keras asli yang kompatibel.
Langkah Microsoft ini membuktikan bahwa sejarah teknologi bukan sekadar tumpukan kertas di garasi, melainkan aset pengetahuan yang tetap relevan puluhan tahun kemudian. Publik kini menanti apakah tren open-sourcing perangkat lunak legendaris ini akan berlanjut ke produk ikonik Microsoft lainnya di masa depan.