Pencarian

Pegadaian Salurkan 100 Kompor dan Latih Keuangan UMKM Sumatera Barat

Minggu, 03 Mei 2026 • 17:01:27 WIB
Pegadaian Salurkan 100 Kompor dan Latih Keuangan UMKM Sumatera Barat
PT Pegadaian salurkan 100 kompor gas dan 50 regulator bagi pelaku UMKM kuliner di Sumatera Barat.

PADANG — PT Pegadaian Kantor Wilayah II Pekanbaru memperkuat kapasitas pelaku usaha mikro di Sumatera Barat melalui penyaluran alat produksi dan pendampingan manajemen bisnis. Agenda bertajuk "Minang Bangkit" ini digelar di Auditorium Istana Gubernur Sumatera Barat pada Selasa (30/4) dengan melibatkan ratusan pelaku UMKM lokal.

Dukungan konkret tersebut diwujudkan melalui pemberian bantuan fisik berupa 100 unit kompor gas dan 50 unit regulator. Bantuan ini ditujukan khusus bagi pelaku usaha sektor kuliner di Padang untuk mempercepat proses produksi dan menekan biaya operasional harian.

Selain bantuan perangkat keras, Pegadaian menekankan pentingnya transformasi mentalitas dari sekadar berdagang menjadi pengelola bisnis yang profesional. Hal ini dilakukan melalui sesi Financial Coaching yang menitikberatkan pada kesehatan arus kas usaha.

Financial Coaching untuk Transformasi Manajemen Bisnis

Kepala Divisi Mikro PT Pegadaian, Benny Djunaedy, menjelaskan bahwa banyak pelaku usaha yang memiliki produk berkualitas namun gagal berkembang karena manajemen keuangan yang buruk. Menurutnya, pembiayaan yang bijak adalah kunci agar usaha tidak sekadar bertahan di tengah kompetisi.

"Banyak UMKM yang punya produk bagus, tapi tersandung di pengelolaan arus kas. Kami hadir untuk memastikan mereka bisa mengelola pembiayaan secara bijak sehingga usaha bukan cuma bertahan, tapi melompat lebih tinggi," jelas Benny Djunaedy saat memberikan materi di hadapan peserta.

Pelatihan ini mencakup cara memisahkan keuangan pribadi dengan modal usaha serta strategi penggunaan pembiayaan mikro. Pegadaian berupaya memberikan "amunisi" intelektual agar para pelaku usaha siap menghadapi tantangan pasar yang semakin dinamis.

Komitmen Pegadaian Dorong UMKM Minang Naik Kelas

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil II Pekanbaru, Agus Riyadi, menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan dalam agenda Kementerian UMKM ini merupakan tanggung jawab moral. Fokus utama perusahaan adalah memastikan literasi keuangan berjalan beriringan dengan pemberian modal.

"Kami ingin melihat UMKM Minang naik kelas. Bukan hanya soal memberi modal, tapi mendampingi mereka dari sisi literasi keuangan. Pegadaian akan terus menjadi mitra setia yang hadir di setiap fase pertumbuhan usaha mereka," ungkap Agus Riyadi.

Langkah ini dinilai strategis bagi Sumatera Barat yang memiliki basis ekonomi kuat pada sektor UMKM. Dengan dukungan literasi, para pengusaha diharapkan lebih berani mengambil langkah ekspansi melalui akses pembiayaan yang aman dan legal.

Strategi Menghadapi Persaingan Pasar Digital

Di tengah gempuran pasar digital, pelaku usaha di Sumatera Barat dituntut lebih ramping dalam operasional namun cerdas dalam pendanaan. Paket bantuan kompor dan edukasi finansial ini diharapkan mampu memberikan dampak ganda bagi produktivitas daerah.

Bantuan alat produksi secara langsung memangkas biaya investasi awal bagi pengusaha kecil. Sementara itu, edukasi finansial berperan meminimalisir risiko kegagalan bisnis akibat utang yang tidak produktif atau salah kelola modal.

Kegiatan ini ditutup dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang mengharapkan keberlanjutan program pendampingan. Sinergi antara bantuan fisik dan literasi keuangan menjadi modal utama bagi produk lokal Minang untuk merambah pasar nasional hingga global.

Bagikan
Sumber: topsatu.com

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks