PADANG — Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Sumatera Barat memperkuat sinergi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) wilayah setempat untuk mendongkrak prestasi atlet di kancah nasional. Langkah ini menjadi agenda utama dalam rapat kerja (raker) provinsi yang digelar di ruang rapat DPRD Sumbar, Sabtu (2/5/2026).
Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, menekankan pentingnya penetapan target yang realistis namun tetap menunjukkan progres signifikan. Merujuk pada capaian Pekan Olahraga Nasional (PON) sebelumnya, Sumatera Barat masih tertahan di peringkat 24 nasional. Ke depan, kolaborasi lintas organisasi ini dipatok mampu membawa Sumbar menembus jajaran 10 besar.
“Kita tidak dituntut langsung menjadi juara satu nasional. Tapi minimal kita harus masuk 10 besar, karena kita pernah berada di peringkat tujuh pada tahun 1985,” ujar Hamdanus di hadapan pengurus Perpani Sumbar.
Target Realistis Menuju Peringkat 10 Besar Nasional
Hamdanus optimistis bahwa kepemimpinan Perpani Sumbar saat ini memiliki komitmen kuat untuk memajukan organisasi. Menurutnya, kerja sama yang solid antarpihak merupakan kunci untuk mewujudkan target yang selama ini dianggap sulit dicapai. Ia meyakini potensi atlet panahan Sumbar sangat besar jika dikelola dengan manajemen yang tepat.
KONI Sumatera Barat diposisikan sebagai rumah bersama bagi seluruh cabang olahraga. Dengan semangat kolaborasi, hambatan-hambatan administratif maupun teknis pembinaan diharapkan dapat segera teratasi. Fokus utama saat ini adalah memastikan kesinambungan program latihan atlet agar performa mereka tetap stabil menjelang kompetisi besar.
“KONI Sumatera Barat ini milik bersama. Dengan kolaborasi, kita yakin hal-hal yang mungkin dulu terasa mustahil, ke depan bisa kita wujudkan bersama,” kata Hamdanus menambahkan.
Alokasi Anggaran Rp12 Miliar untuk Porprov 2026
Dukungan pemerintah daerah terhadap sektor olahraga juga terus menunjukkan tren positif. Hamdanus mengungkapkan bahwa Gubernur Sumatera Barat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp12 miliar dalam APBD induk. Dana tersebut diprioritaskan untuk mendukung kesuksesan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026.
Terkait jadwal pelaksanaan, terdapat perubahan waktu penyelenggaraan pesta olahraga multievent tingkat provinsi tersebut. Semula, Porprov direncanakan berlangsung pada medio Juni-Juli, namun kini diputuskan bergeser ke akhir tahun demi persiapan yang lebih matang.
“Awalnya Porprov direncanakan digelar Juni-Juli, namun ditunda menjadi Oktober 2026,” jelas Hamdanus.
Strategi Perpani Sumbar Lahirkan Atlet Juara
Ketua Umum Perpani Sumbar, Nanda Satria, menyambut positif dukungan penuh yang diberikan oleh KONI. Kehadiran pimpinan KONI dalam agenda internal Perpani dinilai sebagai suntikan energi bagi para pengurus dan pelatih di daerah. Nanda menegaskan bahwa raker kali ini harus menghasilkan strategi konkret yang berdampak langsung pada kualitas atlet.
“Ketua KONI adalah sosok yang selalu siap hadir dalam setiap kegiatan Perpani. Ini menjadi energi positif bagi kami,” tutur Nanda Satria.
Nanda berharap seluruh pemangku kepentingan dalam Perpani Sumbar dapat memberikan masukan progresif. Fokusnya bukan sekadar menjalankan roda organisasi, melainkan menciptakan ekosistem yang mampu melahirkan atlet panahan berlevel juara nasional.
“Kami berharap raker ini melahirkan masukan dan pemikiran luar biasa demi menjadikan Perpani Sumbar semakin jaya dan juara,” ucapnya.
Sebagai bentuk komitmen transparansi dan efisiensi, Perpani siap bersinergi dalam pengelolaan anggaran pembinaan. Nanda menyebut pihaknya tidak keberatan menitipkan alokasi anggaran tertentu melalui mekanisme di KONI demi menjamin keberlangsungan program peningkatan prestasi atlet panahan Sumatera Barat ke depannya.