Pencarian

Khairuddin Simanjuntak Tanggung Biaya Sekolah Dua Pelajar Yatim Piatu di Padang

Rabu, 06 Mei 2026 • 20:22:31 WIB
Khairuddin Simanjuntak Tanggung Biaya Sekolah Dua Pelajar Yatim Piatu di Padang
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sumbar, Khairuddin Simanjuntak, menanggung biaya pendidikan dua pelajar yatim piatu di Padang.

PADANG — Masa depan Avil Mulyadi dan Dio Fatuta, dua remaja penghuni Panti Asuhan Nur Ilahi, Kota Padang, kini menemukan titik terang. Setelah sempat terancam putus sekolah akibat tunggakan biaya pendidikan, keduanya kini resmi menjadi anak asuh Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Sumatera Barat, Khairuddin Simanjuntak.

Kepastian ini muncul saat Khairuddin mendatangi panti asuhan yang berlokasi di kawasan Kuranji–Nanggalo tersebut tak lama setelah menyelesaikan agenda sidang paripurna. Kunjungan ini merupakan respons cepat terhadap laporan mengenai kondisi dua pelajar yatim piatu yang dikeluarkan dari sekolah karena keterbatasan ekonomi.

Pendidikan Terhenti: Nasib Avil dan Dio yang Terhimpit Ekonomi

Sebelum bantuan ini datang, Avil dan Dio harus menghadapi kenyataan pahit. Status yatim piatu dan ketiadaan biaya membuat mereka tidak lagi bisa mengikuti proses belajar mengajar di sekolah. Pihak panti asuhan yang memiliki keterbatasan dana tidak mampu melunasi tunggakan yang terus menumpuk.

Suasana di panti asuhan mendadak haru saat rombongan anggota DPRD Sumbar ini tiba. Khairuddin sempat berdialog langsung dengan anak-anak panti untuk mendengar beban yang mereka pikul selama ini. Ketegaran Khairuddin sempat runtuh saat ia memeluk kedua pelajar tersebut di tengah isak tangis penghuni panti lainnya.

Khairuddin menyebut bahwa kondisi yang dialami Avil dan Dio sangat dekat dengan pengalaman pribadinya di masa lalu. Ia menceritakan bagaimana perjuangannya tumbuh dari keterbatasan hingga akhirnya bisa mengemban amanah sebagai wakil rakyat di tingkat provinsi.

Komitmen Pendidikan: Menanggung Seluruh Biaya Hingga Lulus

Dalam pertemuan tersebut, Khairuddin menegaskan bahwa masalah biaya tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak di Sumatera Barat untuk meraih cita-cita. Ia menyatakan bertanggung jawab penuh atas seluruh kebutuhan hidup dan uang sekolah kedua anak tersebut mulai hari ini.

“Bapak pernah berada di posisi seperti kalian. Rasanya berat, tapi jangan pernah menyerah. Tidak boleh ada anak yang kehilangan masa depan hanya karena biaya,” ucap Khairuddin dengan suara bergetar di hadapan para penghuni panti.

Ia meminta Avil dan Dio untuk tidak lagi memikirkan urusan finansial dan kembali fokus mengejar prestasi di sekolah. Komitmen ini tidak hanya berlaku untuk tunggakan saat ini, melainkan hingga mereka menyelesaikan jenjang pendidikan yang sedang ditempuh.

“Mulai hari ini, kalian bagian dari keluarga Bapak. Fokuslah belajar. Urusan biaya, serahkan kepada Bapak,” tegasnya.

Apresiasi atas Langkah Nyata di Luar Ruang Sidang

Langkah Khairuddin Simanjuntak ini mendapat respons positif dari pengelola panti dan masyarakat sekitar. Tindakan spontan usai sidang paripurna ini dinilai sebagai bentuk kepemimpinan yang tidak hanya berkutat pada kebijakan di atas kertas, tetapi menyentuh persoalan riil warga di lapangan.

Kehadiran legislator ini memberikan harapan baru bagi penghuni Panti Asuhan Nur Ilahi. Bagi Avil dan Dio, dukungan ini menjadi jalan pembuka untuk kembali ke bangku sekolah dan memperbaiki taraf hidup mereka di masa depan.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi pemangku kepentingan di Sumatera Barat mengenai masih adanya celah dalam akses pendidikan bagi kelompok rentan. Pendidikan tetap menjadi hak dasar yang harus dijamin, terutama bagi anak-anak yang kehilangan sandaran ekonomi keluarga.

Bagikan
Sumber: ayosumbar.id

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks