BUKITTINGGI — Tiga atlet muda Kota Bukittinggi sukses mengharumkan nama daerah di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Provinsi Sumatera Barat tahun 2026. Mereka berasal dari Perguruan Pencak Silat (PPS) Tameng Jagad dan berlaga di nomor Jurus Tunggal Pencak Silat yang dihelat di Padang, Selasa (23/6/2026).
Medali emas diraih Farel yang masih duduk di bangku kelas III SD Negeri 07 Teladan Bukittinggi. Sementara itu, medali perak dipersembahkan Fahira dari SMA Negeri 2 Bukittinggi, dan medali perunggu disumbangkan Qonita dari SMP Negeri 1 Bukittinggi.
Pelatih: Kerja Keras dan Disiplin Kunci Sukses
Pelatih PPS Tameng Jagad, Yandri, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian anak didiknya. Menurutnya, tiga medali ini adalah hasil dari proses latihan panjang yang penuh disiplin dan komitmen.
“Anak-anak sudah berjuang dengan sangat baik. Mereka menghadapi lawan-lawan terbaik dari seluruh daerah di Sumatera Barat. Alhamdulillah, kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah yang mereka tunjukkan selama latihan akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan,” ujar Yandri.
Ia menjelaskan, persiapan menuju O2SN tidak hanya fokus pada teknik gerakan jurus, tetapi juga pembinaan mental bertanding dan peningkatan kepercayaan diri. Dukungan orang tua, pihak sekolah, dan keluarga besar perguruan disebutnya sebagai faktor penting di balik keberhasilan ini.
Kepala SD Negeri 07 Teladan Apresiasi Prestasi Farel
Kepala SD Negeri 07 Teladan Bukittinggi, Efry Yenny, M.Pd., turun langsung ke arena pertandingan untuk memberikan semangat kepada Farel. Ia mengaku bangga melihat siswa kelas III SD mampu tampil gemilang di tingkat provinsi.
“Prestasi ini membuktikan bahwa setiap anak memiliki potensi luar biasa yang dapat berkembang apabila mendapatkan pembinaan yang tepat, lingkungan yang mendukung, serta kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya,” ujar Efry Yenny.
Kota Bukittinggi Makin Kokoh Sebagai Lumbung Atlet Muda
Keberhasilan PPS Tameng Jagad membawa pulang satu emas, satu perak, dan satu perunggu semakin memperkuat posisi Kota Bukittinggi sebagai daerah yang konsisten melahirkan atlet muda berprestasi. Pembinaan olahraga usia dini yang berkelanjutan dinilai mampu menghasilkan atlet berkualitas yang siap bersaing di level lebih tinggi.
Yandri berharap pencapaian ini menjadi motivasi bagi atlet muda lainnya untuk terus berlatih dan berani bersaing di berbagai kejuaraan. “Kami ingin prestasi ini menjadi langkah awal menuju pencapaian yang lebih tinggi. Semoga para atlet tetap rendah hati, disiplin, dan terus meningkatkan kemampuan agar dapat mengharumkan nama Bukittinggi di tingkat nasional,” tambahnya.