Pencarian

60 Bocah SD di Solok Selatan Tinggalkan Gawai demi Sepak Bola, SSB Kolonal Jadi Ruang Tumbuh Atlet Muda

Jumat, 28 Agustus 2026 • 09:52:01 WIB
60 Bocah SD di Solok Selatan Tinggalkan Gawai demi Sepak Bola, SSB Kolonal Jadi Ruang Tumbuh Atlet Muda
Puluhan bocah peserta Sekolah Sepak Bola (SSB) Kolonal mengikuti sesi latihan di lapangan Nagari Talao Sungai Kunyit, Solok Selatan.

SOLOK SELATAN — Tiga kali dalam sepekan, lapangan di Nagari Talao Sungai Kunyit berubah menjadi arena penuh semangat bagi puluhan bocah. Mereka meninggalkan layar gawai dan berkumpul untuk berlatih sepak bola bersama di SSB Kolonal, sebuah sekolah sepak bola yang lahir dari inisiatif karyawan perusahaan perkebunan setempat.

SSB Kolonal merupakan bagian dari program corporate social responsibility (CSR) PT Kencana Sawit Indonesia (KSI), Wilmar Group. Seluruh biaya latihan ditanggung secara gratis oleh perusahaan, sehingga orang tua tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun.

Latihan Gratis Tiga Kali Seminggu untuk Usia 11-12 Tahun

Mayoritas anggota SSB Kolonal adalah anak-anak berusia 11 hingga 12 tahun. Setiap sesi latihan berlangsung sekitar dua jam, dan anak-anak hanya diminta menyediakan seragam latihan pribadi. Sementara itu, perlengkapan utama seperti bola datang dari sumbangan sukarela para karyawan PT KSI.

Di balik kegiatan ini, ada Yasril Awan, seorang civil engineer di PT KSI yang bertindak sebagai penggagas sekaligus pelatih. Ia menuturkan bahwa ide mendirikan SSB berawal dari keprihatinannya terhadap minimnya aktivitas positif bagi anak-anak di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Lebih dari Sekadar Olahraga: Membentuk Karakter Anak

Bagi Yasril, lapangan sepak bola bukan sekadar tempat bermain. Ia meyakini olahraga ini punya peran besar dalam pembentukan karakter anak sejak dini.

"Sepak bola bukan hanya tentang bermain dan berkompetisi, tetapi juga mengajarkan kedisiplinan, kerja sama, sportivitas, dan pola hidup sehat," ujar Yasril dalam keterangan resminya, Kamis (27/8/2026).

Prinsip itu yang coba ditanamkan kepada para bocah SSB Kolonal. Mereka tidak hanya dilatih teknik mengolah bola, tetapi juga diajak belajar berinteraksi dan menghargai satu sama lain di dalam tim.

Target: Menembus Turnamen hingga Level Nasional

Setelah setahun berlatih, anak-anak SSB Kolonal mulai mencicipi atmosfer kompetisi. Mereka tercatat sudah mengikuti sejumlah turnamen sepak bola tingkat Kabupaten Solok Selatan.

Ke depan, mimpi yang diusung jauh lebih besar. Mereka ingin membawa nama Solok Selatan berlaga di kompetisi usia dini tingkat Sumatera Barat bahkan hingga level nasional.

"Kami berharap dari sini muncul bibit-bibit pesepak bola yang bisa berprestasi. Tetapi yang paling penting, anak-anak mendapatkan pengalaman, belajar bekerja sama, dan tumbuh menjadi pribadi yang sehat dan disiplin," katanya.

Yasril menegaskan bahwa SSB Kolonal tidak semata-mata tentang mencetak pemain profesional. Baginya, lapangan adalah ruang belajar dan pengembangan potensi diri yang lebih luas bagi anak-anak di Solok Selatan.

"Harapannya, aktivitas ini tidak hanya mengasah talenta anak-anak, tetapi juga membantu menyiapkan mereka menjadi generasi masa depan yang unggul," ujarnya.

Follow www.inisumbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: agrofarm.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks