Pencarian

Saham Apple Naik 2.736% di Era Tim Cook, Bos Baru Tak Perlu Tiru Gaya Lama

Selasa, 01 September 2026 • 18:52:02 WIB
Saham Apple Naik 2.736% di Era Tim Cook, Bos Baru Tak Perlu Tiru Gaya Lama
John Ternus resmi menjabat sebagai CEO baru Apple menggantikan Tim Cook.

SUMATERA BARAT — Beban berat memang disematkan kepada John Ternus, CEO baru Apple yang menggantikan Tim Cook. Selama 14 tahun dipimpin Cook, kapitalisasi pasar perusahaan melonjak dari kurang dari US$350 miliar menjadi US$4,6 triliun. Bisnis Apple pun melebar dari sekadar iPhone dan Mac ke jam tangan pintar, AirPods, hingga layanan finansial.

Angka tersebut membuat investor bertanya-tanya: mampukah Ternus mempertahankan momentum? Bloomberg dalam laporan terbarunya menyebut capaian itu bakal sulit ditiru. Namun banyak pengamat menilai Ternus justru tidak perlu berkaca pada gaya manajemen pendahulunya.

Warisan Angka yang Berat

Mengutip data Bloomberg, kenaikan kumulatif saham Apple di bawah kepemimpinan Cook mencapai 2.275 persen. Jika memperhitungkan pembayaran dividen, total return-nya bahkan menembus 2.736 persen.

Cook mewarisi perusahaan dengan valuasi di bawah US$350 miliar pada 2011. Kini, Apple bertransformasi menjadi konglomerat teknologi senilai US$4,6 triliun yang lini produknya jauh lebih beragam. Prestasi sebesar ini wajar membuat siapa pun ragu melangkah.

Meski begitu, tekanan untuk menyamai rekor tersebut dinilai berlebihan. Sebab, baik Steve Jobs maupun Tim Cook sendiri memiliki cara pandang yang sama mengenai esensi kepemimpinan.

Produk Bagus, Profit Mengikuti

Jobs pernah berujar, fokuslah membuat produk yang benar-benar hebat, maka keuntungan akan mengikuti. Cook juga menjalankan filosofi serupa dengan tidak pernah mencemaskan hasil kuartalan, melainkan arah kerja jangka panjang perusahaan.

Kedua prinsip itu menjadi penanda bahwa kesuksesan finansial hanyalah efek samping dari tujuan utama Apple: menghadirkan produk terbaik. Dengan kata lain, Ternus tidak perlu menjadikan angka kapitalisasi pasar sebagai target utama.

Ada pula nasihat Jobs kepada Cook saat serah terima jabatan: "Jangan tanya apa yang akan kulakukan. Lakukan saja hal yang benar." Pesan itu relevan untuk Ternus yang kini menghadapi peta persaingan berbeda dengan era Jobs maupun Cook.

Ujian Pertama Ternus: AI dan Perangkat Lipat

Ternus diyakini akan membawa gaya kepemimpinan yang berbeda, sebagaimana Cook berbeda dari Jobs. Ia tidak seharusnya bertanya apa yang akan dilakukan pendahulunya, melainkan menentukan arah pengembangan produk yang paling mungkin berhasil di masa depan.

Keputusan-keputusan awal Ternus—mulai dari strategi kecerdasan buatan hingga rancangan perangkat lipat—akan menjadi penanda apakah ia mampu membangun budaya perusahaan yang sehat untuk jangka panjang. Fondasi yang ia bangun kini akan menentukan apakah kesuksesan finansial kembali menyusul.

Pertanyaannya bukan apakah Ternus bisa meniru rekor Cook, melainkan apakah ia mampu membawa Apple melangkah ke babak berikutnya dengan caranya sendiri. Seperti kata Cook, setiap pemimpin punya bintang utaranya masing-masing.

Follow www.inisumbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: 9to5mac.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks