Pencarian

Gubernur Sumbar Mahyeldi Kaitkan Semangat PDRI dengan Dukungan Kemerdekaan Palestina di Seminar Bukittinggi

Selasa, 27 Oktober 2026 • 14:01:01 WIB
Gubernur Sumbar Mahyeldi Kaitkan Semangat PDRI dengan Dukungan Kemerdekaan Palestina di Seminar Bukittinggi
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah membuka Seminar Kepalestinaan di Istana Bung Hatta, Bukittinggi.

BUKITTINGGI — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah membuka Seminar Kepalestinaan di Istana Bung Hatta, Bukittinggi. Dalam sambutannya, Mahyeldi menempatkan sejarah PDRI sebagai pijakan moral bagi dukungan Indonesia terhadap Palestina. Menurutnya, perjuangan mempertahankan kemerdekaan selalu menuntut keberanian, persatuan, dan komitmen kuat terhadap cita-cita bangsa.

Peran PDRI Menjaga Republik Selama 207 Hari

Mahyeldi mengingatkan kembali peran penting PDRI dalam mempertahankan eksistensi Republik Indonesia. Saat Yogyakarta sebagai ibu kota negara dikuasai Belanda dan Presiden Soekarno bersama sejumlah pemimpin bangsa ditangkap, PDRI hadir sebagai penyambung keberlangsungan pemerintahan. Pemerintahan darurat itu bertahan selama 207 hari.

Sumatera Barat mencatat peran historis dalam babak tersebut. Para tokoh dan masyarakat setempat mempertahankan keberadaan Republik Indonesia di tengah ancaman penjajahan. Bagi Mahyeldi, catatan sejarah itu menunjukkan bahwa mempertahankan kemerdekaan bukan pekerjaan singkat, melainkan perjuangan panjang yang menuntut keteguhan.

Mengapa PDRI Dikaitkan dengan Palestina

Gubernur menghubungkan nilai-nilai perjuangan PDRI dengan konsistensi Indonesia mendukung kemerdekaan Palestina. Dukungan itu sejalan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang menentang penjajahan dan memperjuangkan hak setiap bangsa untuk merdeka. Mahyeldi merujuk sikap Presiden Soekarno yang tegas terhadap Palestina sebagai rujukan cita-cita tersebut.

Menurut Mahyeldi, keberadaan Komite Nasional untuk Palestina (Komnas Palestina) di berbagai daerah, termasuk Sumatera Barat, memperkuat kepedulian masyarakat. Sosialisasi, penggalangan dana, dan kegiatan solidaritas dinilai menjadi jalan bagi warga untuk berkontribusi nyata. "Semangat PDRI merupakan warisan sejarah yang perlu terus dihidupkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," ujarnya.

Harapan dari Seminar Kepalestinaan

Mahyeldi berharap seminar tersebut tidak berhenti sebagai ruang memperdalam pemahaman sejarah dan kondisi Palestina. Forum ini diharapkan mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif serta kepedulian berkelanjutan di tengah masyarakat. Nilai perjuangan, persatuan, dan keberpihakan terhadap kemerdekaan disebutnya sebagai landasan Indonesia menyuarakan dukungan bagi bangsa-bangsa yang masih memperjuangkan hak menentukan nasib sendiri.

Seminar Kepalestinaan di Istana Bung Hatta menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Komnas Palestina di daerah. Pemerintah provinsi menempatkan forum semacam ini sebagai sarana edukasi sejarah sekaligus penguatan solidaritas kemanusiaan.

Follow www.inisumbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: mimbarsumbar.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks