Wali Kota Ramlan Buka Pacu Kuda Derby Bukittinggi-Agam Berhadiah Rp317 Juta

Penulis: Nurdin Syah  •  Jumat, 01 Mei 2026 | 02:10:07 WIB
Wali Kota Ramlan Nurmatias membuka Pacu Kuda Derby Bukittinggi-Agam 2026 dengan total hadiah Rp317 juta.

BUKITTINGGI - Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias resmi membuka ajang Pacu Kuda Wisata Derby Bukittinggi-Agam 2026 di Gelanggang Bukit Ambacang, Minggu (26/4/2026). Perlombaan bergengsi yang memperebutkan total hadiah Rp317 juta ini bertujuan untuk memperkuat sektor pariwisata sekaligus menggerakkan ekonomi kerakyatan di wilayah perbatasan kedua daerah tersebut.

Sinergi Anggaran dan Partisipasi Puluhan Kuda Pacu

Ketua Panitia Pelaksana, Januar Jamil, melaporkan bahwa penyelenggaraan Pacu Kuda Wisata Derby Bukittinggi-Agam 2026 ini merupakan hasil kolaborasi nyata antara Pemerintah Kota Bukittinggi dan Pemerintah Kabupaten Agam. Dukungan finansial utama bersumber dari APBD kedua daerah, yang diperkuat dengan kontribusi APBD Provinsi Sumatera Barat melalui dana pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD.

Selain dukungan pemerintah daerah, ajang ini juga mendapatkan sokongan penuh dari KONI, Pordasi, serta berbagai pihak sponsor swasta. Sinergi lintas sektor ini memungkinkan panitia menyediakan total hadiah yang cukup fantastis, yakni mencapai Rp317 juta, guna memotivasi para pemilik kuda dan atlet pacuan di Sumatera Barat.

"Pacu Kuda Wisata Derby Bukittinggi-Agam 2026 diikuti oleh 80 ekor kuda yang akan berlaga dalam 19 race. Perlombaan ini mencakup berbagai kelas, mulai dari kelas tradisional draf bogie yang menjadi ciri khas daerah, hingga puncaknya pada kelas paling bergengsi, yaitu kelas Derby," jelas Januar Jamil di sela-sela kegiatan.

Untuk meningkatkan partisipasi, pemerintah daerah juga mengambil kebijakan strategis dengan memberikan kemudahan bagi para peserta. Salah satunya adalah pembebasan biaya pendaftaran atau insert pada beberapa kelas perlombaan tertentu. Langkah ini diambil khusus untuk mendorong semangat para pemilik dan peternak kuda lokal agar tetap produktif dalam melestarikan tradisi pacuan.

Dampak Ekonomi dan Penguatan Sektor Pariwisata

Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, yang turut hadir dalam pembukaan tersebut menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas konsistensi penyelenggaraan ajang ini. Menurutnya, pacu kuda bukan sekadar kompetisi olahraga ketangkasan, melainkan sebuah instrumen penting dalam memutar roda ekonomi masyarakat di sekitar gelanggang.

Iqbal berharap ajang tahunan yang dipusatkan di Gelanggang Bukit Ambacang ini mampu menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Keberadaan ribuan penonton yang memadati kawasan perbatasan Bukittinggi dan Agam tersebut dipastikan akan memberi dampak langsung pada pelaku UMKM, sektor penginapan, hingga jasa transportasi lokal.

"Kami berharap ajang ini tidak hanya menjadi sarana olahraga, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat serta memperkuat sektor pariwisata di Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi secara berkesinambungan," ungkap Muhammad Iqbal.

Senada dengan hal tersebut, Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari "alek anak nagari" atau pesta rakyat yang harus dijaga kelestariannya. Ia menilai dampak ekonomi yang dihasilkan dari kerumunan massa di gelanggang pacuan sangat signifikan bagi kemajuan dunia pacuan kuda dan kesejahteraan warga sekitar.

Rencana Penyesuaian Kalender Wisata Derby

Dalam sambutannya, Wali Kota Ramlan Nurmatias juga memaparkan rencana strategis terkait jadwal rutin pacuan kuda di Bukittinggi. Saat ini, Pacu Kuda Wisata Derby Bukittinggi-Agam telah menjadi agenda rutin yang digelar dua kali dalam setahun, yakni pada bulan April dan Desember.

Namun, ke depan Pemerintah Kota Bukittinggi berencana mengusulkan penyesuaian jadwal kepada Pordasi Sumatera Barat. Usulan tersebut mencakup penggeseran fokus agenda wisata derby ke bulan Desember. Langkah ini dimaksudkan untuk mengoptimalkan kunjungan wisata pada akhir tahun tanpa harus merombak kalender pacuan nasional yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Wako Ramlan merinci bahwa dukungan anggaran dari APBD Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam masing-masing dialokasikan sebesar Rp200 juta. Nilai tersebut belum termasuk tambahan dari dana pokok pikiran DPRD yang dialirkan untuk mendukung sarana dan prasarana di Gelanggang Bukit Ambacang.

Pemerintah daerah berharap kolaborasi antara Bukittinggi dan Agam dalam mengelola Gelanggang Bukit Ambacang terus solid. Dengan manajemen yang profesional dan jadwal yang teratur, Pacu Kuda Wisata Derby diharapkan tetap menjadi daya tarik wisata unggulan yang mampu menghidupkan ekosistem ekonomi kreatif di Sumatera Barat.

Reporter: Nurdin Syah
Back to top