SUMATERA BARAT — Honda Prospect Motor mencatat pesanan Honda Super One mencapai sekitar 190 unit dan Prelude hampir 400 unit, sementara kuota pengiriman kedua model sepanjang 2026 dibatasi masing-masing 100 dan 150 unit. Konsumen yang memesan sekarang harus bersiap menerima unit baru tahun depan. Super One dilego Rp438 juta dan Prelude Rp974,9 juta.
Sales & Marketing and After Sales Director Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy menyampaikan bahwa pengiriman Super One hingga November 2026 ditargetkan menyentuh 100 unit. Angka itu sekaligus menjadi batas alokasi untuk pasar Indonesia tahun ini.
"Untuk Super One, pemesanan 190 something, yang sudah dikirim 80-an, dan sampai November 100 unit bisa dikirim. Karena tahun ini hanya 100, ya kuotanya," kata Billy dalam keterangannya, Kamis (29/10).
Antrean Prelude Capai 250 Konsumen
Mobil sport hybrid dua pintu Honda Prelude mencatat sekitar 140 unit yang sudah dikirim dari total hampir 400 pemesanan. HPM menargetkan pengiriman Prelude menyentuh 150 unit hingga November, sehingga kuota tahun ini terpenuhi.
Dengan perhitungan tersebut, masih ada sekitar 250 konsumen yang masuk daftar antrean pengiriman Prelude. Billy menyebut pihaknya sedang berkoordinasi dengan prinsipal agar masa tunggu tidak melewati satu tahun.
"Untuk masa tunggunya berarti 250 lagi. Itu lagi koordinasi dengan prinsipal agar masa tunggu jangan lebih dari setahun. Supaya konsumen yang sudah beli sekarang masa tunggunya jangan sampai 2028," ujar Billy.
Permintaan Jepang Pengaruhi Alokasi Super One
Kuota 100 unit Super One untuk tahun ini sudah ditetapkan. Billy menjelaskan tingginya permintaan di Jepang ikut memengaruhi ketersediaan unit untuk pasar Indonesia.
Berbeda dengan Super One, HPM masih membuka peluang tambahan alokasi Prelude. Pembahasannya dilakukan bersama prinsipal di tengah antrean yang masih sekitar 250 unit.
Konsumen yang baru memesan Super One maupun Prelude saat ini dipastikan baru menerima unit pada tahun depan. Masa tunggu itu berlaku untuk kedua model tanpa pengecualian.
Harga Belum Ada Pembicaraan Naik
Saat ini Prelude dijual Rp974,9 juta dan Super One dilego Rp438 juta. Billy belum bisa memastikan apakah harga keduanya berubah tahun depan.
Penetapan harga kendaraan, menurut Billy, tidak hanya dipengaruhi keputusan internal perusahaan. Faktor eksternal seperti kenaikan bea balik nama (BBN) dan pergerakan nilai tukar dolar turut diperhitungkan, begitu pula kemungkinan perubahan fitur.
"Sejauh ini belum ada pembicaraan internal untuk naik harga dulu," kata Billy.