LIMA PULUH KOTA — Parang yang diayunkan Asmel Firdaus untuk memotong kayu justru mengenai tangan kirinya hingga menyebabkan pendarahan hebat. Rekan-rekannya segera membawa petani Nagari Maek itu ke puskesmas terdekat sebelum dirujuk ke Instalasi Gawat Darurat RSUD dr. Achmad Darwis Payakumbuh. Tim medis langsung melakukan tindakan penghentian pendarahan dan pemeriksaan lanjutan.
Hasil pemeriksaan menunjukkan pembuluh darah di tangan kiri Asmel putus. Dokter memutuskan operasi sebagai jalan satu-satunya, dengan durasi tindakan sekitar satu jam menggunakan anestesi umum atau bius total.
Kekhawatiran Biaya Hilang Setelah Status PBI Dicek
Sebagai petani dengan penghasilan tidak menentu, Asmel sempat cemas memikirkan biaya operasi. Kekhawatiran itu sirna setelah ia mengetahui kepesertaan JKN-nya pada segmen PBI masih aktif.
"Awalnya saya khawatir memikirkan biaya operasi dan perawatan. Penghasilan sebagai petani tidak selalu pasti. Alhamdulillah, kepesertaan JKN saya masih aktif sehingga saya bisa menjalani pengobatan dengan lebih tenang dan fokus pada pemulihan," kata Asmel.
Ia mengaku tak menemukan perbedaan pelayanan selama menjalani rawat inap lebih dari tiga hari. Obat-obatan yang dibutuhkan tersedia, dan urusan administrasi tidak menyita waktu di ruang IGD.
Penanganan Sigap di IGD Jadi Prioritas Pasien
Asmel menilai kecepatan pertolongan pertama menentukan kondisi pasien darurat. Ia menyebut petugas dan dokter di RSUD dr. Achmad Darwis melayani dengan ramah dan sigap sejak ia tiba.
"Petugas dan dokter melayani dengan ramah dan sigap. Ketika masuk IGD, saya langsung mendapatkan pertolongan. Bagi saya, yang terpenting saat kondisi darurat adalah segera ditangani agar keselamatan pasien menjadi prioritas," tuturnya.
Pengalaman itu membuat Asmel menilai Program JKN punya arti besar bagi warga berpenghasilan rendah. Skema gotong royong memungkinkan peserta mengakses layanan medis sesuai indikasi tanpa menanggung seluruh risiko biaya sendiri.
"Kalau tidak ada JKN, saya akan kesulitan memikirkan biaya pengobatannya. Kita tidak pernah tahu kapan musibah datang. Oleh karena itu, perlindungan kesehatan sangat berarti bagi saya dan keluarga," ucapnya.
Imbauan Cek Status Kepesertaan lewat Kanal Resmi
Asmel berharap Program JKN terus berjalan dan semakin banyak warga memahami manfaat serta alur pelayanannya. Ia mengingatkan peserta agar rutin memastikan status kepesertaan tetap aktif.
"Jangan mudah percaya informasi yang belum jelas sumbernya. Kalau ingin mengetahui manfaat, prosedur, atau status kepesertaan JKN, tanyakan langsung melalui kanal resmi BPJS Kesehatan. Program JKN ini perlu kita dukung bersama agar manfaatnya terus dirasakan masyarakat," imbaunya.
Kasus Asmel menjadi salah satu gambaran bagaimana kepesertaan PBI melindungi pekerja informal di daerah. Petani, buruh harian, dan pedagang kecil yang penghasilannya fluktuatif menghadapi risiko cedera kerja tanpa jaminan biaya rumah sakit.